new-header-renungan
new-header-renungan
previous arrow
next arrow

 

Paul Harvey |

Bila Aku seorang Iblis….

Aku akan menguasai negara yang paling kuat di dunia.

Aku akan memperdaya pemikiran manusia agar mereka berpikir bahwa semuanya adalah dari kekuatan manusia, dan bukan berkat Tuhan.

Aku akan mempromosikan sikap mencintai barang-barang dan memperalatkan orang-orang, dan bukannya mencintai manusia dan memperalatkan barang-barang.

Aku akan meyakinkan orang-orang bahwa karakter bukanlah sesuatu yang penting dalam kepemimpinan.

Aku akan membuat sah pengaborsian bayi yang belum lahir.

Aku akan membuat mencabut nyawa diri sendiri (bunuh diri ataupun euthanasia – pembunuhan secara legal) sesuatu yang dapat diterima secara sosial, dan menciptakan mesin untuk dapat membuat hal itu lebih mudah dijalankan.

Aku akan mempermurah nyawa manusia sedemikian rupa sehingga nyawa binatang dianggap lebih mahal daripada manusia.

Aku akan menyingkirkan nama Allah dari sekolah-sekolah, dimana hanya dengan menyebutkan nama-Nya akan menyebabkan penuntutan hukum.

Aku akan menciptakan obat-obatan yang akan melumpuhkan otak dan menargetkan anak-anak muda, dan Aku akan membayar tokoh-tokoh olah raga untuk mengiklankannya.

Aku akan menguasai media, sehingga setiap malam aku dapat meracuni pemikiran setiap keluarga untuk kepentinganku.

Aku akan menyerang setiap keluarga, karena keluarga adalah tulang punggung setiap negara.

Aku akan membuat perceraian suatu yang mudah dan dapat diterima, bahkan keren. Bila keluarga hancur, maka negara juga hancur.

Aku akan mendorong orang-orang untuk mengekspresikan fantasi immoral mereka di dalam lukisan dan film-film, dan Aku akan menamai itu sebagai karya seni.

Aku akan meyakinkan dunia bahwa manusia dilahirkan sebagai homoseksual, dan gaya hidup mereka seharusnya diterima dan dikagumi.

Aku akan meyakinkan orang-orang bahwa betul dan salah ditentukan oleh beberapa orang yang menyebut dirinya penguasa dan menyebut rencana mereka yang benar secara politik.

Aku akan membujuk orang-orang bahwa gereja itu tidak masuk akal dan kuno, dan Alkitab itu hanya untuk orang-orang yang naif.

Aku akan menumpulkan otak orang-orang Kristen, dan membuat mereka percaya bahwa berdoa itu tidak penting, dan kesetiaan dan kepatuhan pada Tuhan itu tidak mutlak.

Aku kira aku akan meninggalkan semuanya apa adanya sekarang.”