new-header-renungan
new-header-renungan
previous arrow
next arrow

 

George Mueller adalah seorang, hamba Tuhan besar dari Inggris yang sepanjang hidupnya mencari kehendak Tuhan dalam setiap hal yang dikerjakannya.

Dengan mengandalkan pimpinan Tuhan, Mueller mendirikan 117 sekolah yang menyediakan pendidikan Kristen kepada lebih dari 120,000 pelajar yang kebanyakannya adalah anak-anak yatim piatu. Tanpa pernah meminta sumbangan dari siapapun Mueller mendirikan lima panti asuhan yang menampung lebih dari 2000 anak-anak yatim piatu. Biaya membangun panti asuhan itu saja sudah lebih dari £100,000 di tahun 1870. Apakah dalam hal pembangunan gedung maupun membiayai anak-anak yatim piatu, Mueller tidak pernah sekalipun meminta sumbangan ke siapa-siapa. Semuanya murni doanya dan pekerjaan Tuhan di dalam hati orang lain.

Menurut Mueller kalau, apa yang kita kerjakan adalah kehendak Tuhan, maka Tuhan akan menyediakan segala yang dibutuhkan. Tapi yang paling penting adalah untuk mengetahui bahwa memang itulah yang Tuhan mau kita kerjakan.

Suatu kisah yang terkenal adalah, suatu pagi saat anak-anak di panti sudah duduk di meja untuk sarapan namun sama sekali tidak ada makanan lagi yang tersisa. Mueller memimpin doa untuk mengucapkan syukur kepada Allah dan langsung setelah mereka mengucapkan, ‘Amin”, tukang roti setempat mengetuk pintu dan menyumbangkan roti yang cukup untuk makan hari itu.

Dengan berjalannya dengan waktu, semakin banyak orang yang mendengar tentang pekerjaan Tuhan di panti-panti asuhan yang didirikan oleh Mueller dan semakin banyak orang yang menyumbang. Saat usia Mueller menjangkau 70 tahun, dia merasa yakin bahwa Allah sedang memimpinnya untuk meninggalkan kenyamanan hidupnya di Inggris untuk menjadi seorang misionaris dan melakukan pekerjaan penginjilan.

Selama 17 tahun dia melakukan perjalanan lebih dari 320,000km, suatu pencapaian yang luar biasa di zaman sebelum adanya pesawat terbang.  Di tahun 1892, di usianya yang ke 87, dia kembali ke panti asuhannya dan meninggal di tahun 1989 ketika berusia 93 tahun.

Mueller mencatatkan bagi kita bagaimana dia selalunya mencari kehendak Tuhan dalam kehidupannya. Langkah-langkah berikut terlihat sederhana tapi membutuhkan perenungan yang mendalam sebelum kita dapat menerapkannya.

  • Saya memastikan di dalam hati saya sama sekali tidak ada kehendak diri berkaitan dengan hal sedang saya doakan.
  • Saya tidak menentukan kehendak Tuhan berdasarkan perasaan atau kesan sederhana. Hal ini bisa membuat kita mudah terpedaya.
  • Saya mencari kehendak Tuhan lewat atau dalam hubungan dengan firmanNya. Jika Anda melihat pada Roh tanpa Firman, Anda membuka diri untuk ditipu.
  • Saya mempertimbangkan keadaan-keadaan yang dikendalikan oleh Tuhan.
  • Saya meminta Tuhan lewat doa untuk menyingkapkan kehendakNya bagi saya.
  • Saya memastikan hati nurani saya benar di hadapan Allah dan manusia.
  • Setiap kali saya mendengarkan manusia dan bukannya Allah, saya membuat kesalahan besar.
  • Saya bertindak hanya setelah hati saya benar-benar damai, setelah banyak doa dan menanti-nantikan Tuhan dalam iman.