new-header-renungan
new-header-renungan
previous arrow
next arrow

 

Margaret E Sangster |

Kita sering menunda-nunda tindakan baik hati kita. Kita harus berjaga-jaga terhadap “belas kasih yang lamban” sementara kita menyelesaikan urusan kita sehari-hari

Sayang, yang penting bukan perbuatan,

Tetapi apa yang kau tidak lakukan

Yang nanti agak menyakitkan hati

Di saat terbenam matahari.

Kata lembut yang lupa kau ucapkan

Surat yang tidak kau layangkan,

Bunga yang tidak kau antarkan

Akan menghantuimu di kegelapan.

 

Batu yang seharusnya kau kesampingkan

Agar tidak merintangi jalan saudaramu;

Nasihat takzim dari dalam kalbu

Yang terlalu sibuk untuk kau katakan;

Sayang, sentuhan kasih tanganmu

Nada halus, mendukung dari suaramu,

Tidak terpikirkan karena tidak waktu

Karena banyak masalah menghinggapimu.

 

Sentuhan kecil kebaikan

Begitu mudah diabaikan,

Kesempatan menjadi malaikat

Yang kita manusia fana dapat –

Semua datang di malam sunyi,

Masing-masing sedih, menyesali,

Waktu bimbang dan lemah pengharapan

Dan kebekuan membungkus iman.

 

Sayang, kehidupan ini terlampau singkat,

Dan penderitaan besar semakin meningkat,

Membiarkan belas kasih kita bergerak lamban

Berlama-lama, terlambat, diabaikan;

Dan, yang penting bukan perbuatan,

Tetapi apa yang kau tidak lakukan

Yang nanti agak menyakitkan hati

Di saat terbenam matahari