new-header-kesaksian

 

Katherine Kehler |

“Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yes. 5.11)

Pernahkah Anda merasa putus asa setelah bersaksi kepada orang dan mereka sepertinya tidak berminat? Kisah ini mungkin akan menghibur Anda:

Kami sedang menghadiri suatu resepsi pernikahan. Seorang pria seusia saya menghampiri saya dan bertanya apakah saya masih mengenalnya. Bukan saja saya tidak mengenal dia, dia sama sekali terlihat asing bagi saya. Setelah beberapa waktu tebak menebak, dia memberitahu saya bahwa dia adalah tetangga saya saat saya masih kecil.

Terdapat dua hal yang saya ingat tentang keluarganya. Satu, ibu asuhnya adalah seorang guru piano dan kedua; mereka mempunyai seekor anjing yang sangat galak yang sering membuat saya ketakutan saat saya pergi ke rumahnya untuk les piano saya.

Pria itu (Ted) memberitahu saya bahwa saya pernah bersaksi kepadanya dan teman baiknya di halte bis. Dia mengulangi apa yang pernah saya sharingkan padanya puluhan tahun yang lalu di suatu pagi saat kami sedang menanti bis. Dia ingat persis pada setiap hal yang saya bagikan tentang Yesus! Saya kaget.

Mereka tidak menerima Kristus pada hari itu, tapi kemudian di dalam hidup mereka, keduanya menjadi Kristen.

Apa yang sesungguhnya membuat saya terheran-heran adalah fakta bahwa dia masih ingat persis kesaksian yang Allah ucapkan lewat saya. Suatu mukjizat yang luar biasa.

Setelah itu, saya memikirkan kembali pada masa kecil saya, saya dengan jelas ingat pada suatu sore di hari Sabtu di musim panas, guru sekolah Minggu kami memberi kelas kami suatu kesempatan untuk menerima Yesus ke dalam hidup kami. Saya masih ingat apa yang guru itu katakan:

“Orang tidak akan pernah lupa saat Anda berbicara kepada mereka tentang iman Anda.”

Saya juga pernah diberitahu bahwa, “Keberhasilan dalam bersaksi itu adalah pada membagikan Kristus di dalam kuasa Roh Kudus dan meninggalkan hasilnya di tangan Allah.”

Kita hanyalah utusan-utusan-Nya yang membawa Kabar Baik.

Jadi berbesar hatilah! Firman-Nya tidak akan pernah kembali dengan sia-sia!

(Dikutip dan diterjemahkan dari www.thoughts-about-god.com)