Slider

 

Profesor ateis itu tersenyum melihat foto Lenin tergantung dekat di pintu itu dan kemudian menghampiri poci air dan duduk di meja tersebut. Ia mengeluarkan sebungkus bubuk lalu perlahan-lahan menuangkannya ke dalam poci tersebut, air dalam poci berubah menjadi merah.

“Ini adalah mukjizat,” ia memulai pelajarannya. “Yesus telah menyembunyikan dalam gulungan lengan jubahnya bubuk seperti ini dan kemudian berpura-pura telah mengubah air menjadi anggur dengan cara yang ajaib. Namun saya dapat melakukannya lebih baik dari pada Yesus; saya dapat mengubah anggur menjadi air lagi.”

Ia mengeluarkan sekantung bubuk yang lain dan mencampurkannya ke dalam cairan yang berwarna merah. Cairan tersebut menjadi jernih. Dengan kantong yang lain, cairan itu kembali menjadi merah lagi.

Seorang pelajar duduk di bangkunya dan menggelengkan kepalanya, ia tak terkesan. Akhirnya, ia menantang professor itu: “Anda telah membuat kami terkesan, Pak Profesor. Kami mohon satu hal saja – minumlah anggur itu!”

Profesor itu tertawa kecil dan berkata, “Yang ini tidak dapat saya lakukan. Bubuknya beracun.”

Pelajar Kristen itu menjawab, “Inilah bedanya antara engkau dan Yesus. Ia, dengan anggurnya, telah memberikan kepada kami sukacita, sementara Anda meracuni kami dengan anggur Anda.”

Profesor itu dengan marah keluar dari ruangan itu dan memerintahkan murid tersebut ditahan dan dilemparkan ke dalam penjara. Namun berita tentang kejadian tersebut menyebar luas dan menguatkan iman banyak orang.

(Dikutip dari Devosi Total oleh The Voice of Martyrs)