previous arrow
next arrow
Slider

 

AS Lew |

Sebagai seorang Kristen yang percaya pada kedatangan Yesus yang kedua, kita sangat ingin mengetahui apa tanda kedatangannya dan apa yang akan menjadi tanda kesudahan dunia. Sama seperti kita, para murid Yesus juga ingin mengetahuinya dan bertanya kepadanya di Matius 24 ayat 3.

“Apakah tanda kedatanganmu dan tanda kesudahan dunia?”

Jawab Yesus,

Ay.4: “Waspadalah supaya jangan ada orang yang menyesatkan kamu!”
Ay.5: “Sebab banyak orang akan datang dengan memakai namaku dan berkata: Akulah Mesias, dan mereka akan menyesatkan banyak orang.”
Ay.11, “Banyak nabi palsu akan muncul dan menyesatkan banyak orang.”
Ay.24, “Sebab Mesias-mesias palsu dan nabi-nabi palsu akan muncul dan mereka akan mengadakan tanda-tanda yang dahsyat dan mujizat-mujizat, sehingga sekiranya mungkin, mereka menyesatkan orang-orang pilihan juga.”

Penyesatan adalah Hal yang Utama, Penganiayaan Hal yang Sekunder

Di dalam pengajaran Yesus tentang akhir zaman, hal yang mencirikan zaman itu adalah penyesatan melalui pemalsuan. Kata itu muncul sebanyak empat kali dalam pasal ini yang menekankan pada kita bahwa akhir zaman merupakan zaman penyesatan. Hal yang akan menyongsong kedatangannya adalah terjadinya penyesatan yang besar-besaran di seluruh dunia.

Pertanyaan yang teramat penting adalah, “Apakah penyesatan ini sudah terjadi?” Ciri penyesatan adalah kita bahkan tidak tahu bahwa kita telah disesatkan. Para pelaku mujizat, para pengusir setan dan para nabi di Matius 7:22 sama sekali tidak tahu bahwa mereka palsu, tetapi sebaliknya mereka mendekati Kristus dengan penuh percaya diri akan jasa mereka kepada Kristus. Sama seperti orang yang terang-terangan munafik tidak tahu bahwa mereka munafik, demikian pula para pengerja Kristen yang palsu tidak tahu bahwa mereka palsu. Tidaklah mengherankan kalau sebagian besar dunia Kekristenan telah disesatkan tanpa mereka mengetahuinya. Berhati-hati dengan orang yang sedikit-sedikit menuding orang lain sebagai sesat. Orang seperti ini biasanya menaruh keyakinan yang terlalu besar pada keyakinannya sendiri dan sangat sedikit melakukan introspeksi terhadap diri sendiri, dan juga terhadap keyakinan dan pengajarannya. Siapa saja yang berbeda pendapat dengan dia dan denominasinya akan dinilai sesat tanpa penyelidikan yang saksama.

Dalam kenyataannya, sejauh mengenai pengajaran dalam Alkitab, kita dapat berbeda pendapat dalam banyak hal tanpa perlu memakai kata “sesat”. Hanya ada beberapa hal pokok saja yang kita tidak bisa berbeda pendapat tanpa meresikokan keselamatan kita. Salah satunya adalah mengenai siapa Anti-Kristus itu. Kita semua telah mendengar bahwa “seorang antikristus akan datang, dan sekarang telah bangkit banyak antikristus” (1Yoh.2:18) Pemahaman yang keliru akan siapa Anti-Kristus itu tentu saja akan membawa kita ke dalam penyesatan.

Anti – Mengambil Tempat, bukannya Menentang

Lalu, bagaimana dengan pemahaman kita tentang Anti-Kristus? Rata-rata orang Kristen memahami Anti-Kristus sebagai sosok yang akan menentang Kristus. Kata tersebut sering didefinisikan sebagai “one who opposes Christ” atau “orang yang menentang Kristus”. Itulah artinya “anti” dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Tetapi apakah itu artinya dalam bahasa Yunani? Berikut dua arti utama bagi kata ἀντί (anti) menurut kamus Yunani BDAG,

1. indicating that one person or thing is, or is to be, replaced by another, instead of, in place of
2. indicating that one thing is equiv. to another, for, as, in place of

Dari definisi di atas, cukup jelas kata “anti” Yunani berarti “digantikan oleh yang lain”, “sebagai pengganti”, “mengambil tempat”. Dengan kata lain, Anti-Kristus adalah orang yang akan mengambil tempat Kristus, alias Kristus yang palsu. Anti-Kristus memang adalah penentang yang melawan Kristus tetapi dia akan berbuat demikian dengan mengambil tempat Kristus. Dia akan menyamar sebagai Kristus. Anti-Kristus akan datang “memakai namaku”, yaitu datang sebagai Yesus. Itulah sebabnya selain kata “sesat”, kata “palsu” juga mewarnai pengajaran Yesus dan para rasul tentang akhir zaman.

Sesuai dengan pemahaman ini, hal yang akan menandai akhir zaman adalah penyesatan. Itulah yang akan terjadi secara besar-besaran, bukan penganiayaan. Seperti kata Paulus di 1 Timotius 4:1-2,

Tetapi Roh dengan tegas mengatakan bahwa di waktu-waktu kemudian, ada orang yang akan murtad lalu mengikuti roh-roh penyesat dan ajaran setan-setan oleh tipu daya pendusta-pendusta yang hati nuraninya memakai cap mereka.

Orang yang memahami Anti-Kristus sebagai penentang Kristus akan menekankan penganiayaan terhadap umat Kristen di akhir zaman. Anti-Kristus yang terang-terangan menentang Kristus tentu saja akan menganiaya orang Kristen secara besar-besaran. Anti-Kristus yang demikian tidak akan berhasil menyesatkan orang Kristen. Akan tetapi, bukan itu yang ditekankan dalam Perjanjian Baru. Sebaliknya Kristus yang palsu akan sangat bersahabat dengan orang Kristen, dan akan berusaha memenangkan kepercayaan orang Kristen. Itulah sebabnya kedatangan Anti-Kristus juga akan disertai oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat palsu. Yang ditekankan oleh Yesus dan para rasulnya mengenai hari-hari terakhir bukanlah penganiayaan, tetapi penyesatan dan pemalsuan.

Data dari the Pew Research Center’s Religion & Public Life Project menunjukkan bahwa 32% populasi dunia mengaku sebagai Kristen. Menurut data dari Wikipedia, 70.6% dari penduduk Amerika Serikat di tahun 2014 mengakui diri sebagai Kristen. Orang Kristen bukanlah minoritas tanpa kekuasaan di dunia ini. Amerika adalah adikuasa dunia dengan tiga macam senjata pemusnah massal, senjata nuklir, kimia dan biologi. Skenario penganiayaan besar-besaran terhadap orang Kristen kelihatannya agak tidak masuk akal.

Itu tidak berarti tidak akan terjadi penganiayaan. Penganiayaan hanya akan terjadi kepada orang-orang yang tidak berhasil disesatkan. Itulah sebabnya faktor penganiayaan disebut, tetapi yang lebih diberi penekanan adalah penyesatan. Hal yang dikhawatirkan oleh Yesus dan para rasul adalah penyesatan, bukan penganiayaan. Di Matius 24, Yesus berkata, “Jangan kamu gelisah…” dan dua ayat kemudian, “kamu akan diserahkan supaya disiksa, dan kamu akan dibunuh dan akan dibenci semua bangsa!” Pengajaran Perjanjian Baru tidak melihat penganiayaan sebagai sesuatu yang perlu ditakuti, tetapi sebaliknya sebagai suatu penghargaan.

Bagaimana Membedakan yang Palsu dari yang Asli?

Lalu, dapatkah Anda membedakan yang palsu dari yang asli? Sebagai contoh, banyak orang yang merampok bank dengan memakai pistol palsu. Hanya seorang ahli senjata yang dapat membedakannya dalam sekilas pandang. Demikian juga dengan uang palsu. Tidak banyak orang yang dapat membedakan yang palsu dari yang asli sekalipun diberikan alat pendeteksi uang palsu. Hal yang sama dengan arloji Rolex yang palsu maupun mutiara. Kalau kita bukan ahlinya, kita tidak mungkin dapat membedakan yang palsu dari yang asli.

Mengenal Suaranya

Dengan cara yang sama, bagaimana kita bisa membedakan Kristus yang palsu dari Kristus yang sebenarnya? Hal ini sangat bergantung pada apakah kita benar-benar mengenal Yesus. Kita tidak akan dapat membedakan mana Kristus yang asli dan mana yang palsu tanpa benar-benar mengenal Yesus dengan sangat baik. Terdapat 2.2 milyar orang Kristen di dunia sekarang ini, apakah mereka mengenal Yesus secara pribadi dan memiliki persekutuan yang hidup dengan Yesus? Mayoritas bahkan membaca Alkitab pun tidak. Dombaku mengenal suaraku, apakah Anda mengenal suara Yesus? Kalau kita tidak berkomunikasi dengannya dan menjalin hubungan dengannya, tidaklah mungkin kita akan dapat mengenalnya. Mayoritas orang Kristen berada dalam posisi yang sangat rawan. Tanpa mengenal Yesus dengan baik, Anda tidak mungkin dapat membedakannya.

Mesias yang Asli tidak akan Mengklaim Diri sebagai Allah

Rasul Paulus telah memberikan kepada kita satu tanda pengenal yang pasti untuk membedakan Kristus yang asli dari yang palsu. Petunjuk yang diberikannya untuk mengenal Anti-Kristus, manusia durhaka itu, sangatlah jelas dan sederhana.

Paulus memberitahu Jemaat di Tesalonika,

“Sebelum Hari itu haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka, yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang disebut atau yang disembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah.” (2Tes.2:3-4).

“Sebelum Hari itu” merujuk kepada hari apa? Ayat 1 menyatakan dengan jelas, sebelum kedatangan Yesus yang kedua dan terhimpunnya kita dengan dia [rapture]. Dan apakah tanda nyata atau petunjuk yang Paulus berikan kepada kita untuk mengenal Anti-Kristus, Manusia Durhaka itu, yang akan datang sebelum Hari itu? Tanda yang diberikan adalah – Mesias yang mau disembah dan menyatakan diri sebagai Allah. Itulah titik pembedaan yang paling jelas antara Kristus yang asli dan Kristus yang palsu.

Seperti disebutkan sebelumnya, Anti-Kristus akan datang sebagai Yesus Kristus. Dan dari Paulus kita mendapatkan informasi tambahan, bahwa ia akan datang sebagai Yesus Kristus yang menyatakan diri sebagai Allah. Manusia yang mau menyatakan diri sebagai Allah, itulah Manusia Durhaka. Itulah Mesias yang palsu karena hanya Mesias yang palsu yang akan menyatakan dirinya sebagai Allah. Anti-Kristus merupakan sosok yang akan meninggikan dirinya sehingga berani menyatakan diri sebagai Allah. Sebaliknya, Yesus yang biblika adalah sosok yang merendahkan dirinya.

Para pembaca yang budiman, inilah kebenaran penting yang harus kita wariskan kepada anak-anak kita. Kita tidak tahu kapan hal ini akan terjadi, apakah di generasi kita atau di generasi yang akan datang, tetapi janganlah kita lalai untuk menyampaikan bahwa siapa saja yang menyatakan diri sebagai Allah, dialah Manusia Durhaka dan Kristus yang palsu. Kristus yang Biblika adalah sosok yang merendahkan dirinya di seluruh hidupnya. Dia tidak pernah dan tidak akan pernah meninggikan dirinya, apatah lagi mengklaim diri sebagai Allah. Siapa saja, yang merupakan manusia, sekalipun tampil seperti malaikat terang dan disertai dengan tanda-tanda dan mujizat-mujizat yang dahsyat, tetapi kalau dia menyatakan diri sebagai Allah, maka dia harus dianggap sebagai apa adanya menurut Alkitab, yakni sang Anti-Kristus.

-Selesai-