Slider

 

John Sung |

Saat saya berkhotbah di Beijing, di sana hadir seorang gadis yang bermarga Chow. Dia meninggal di usia 15 tahun. Dia sakit selama empat bulan dan dirawat di Rumah Sakit Sentral.

Saat dia menghadiri khotbah saya, Roh Kudus bekerja di dalam hatinya untuk menyelamatkan dia sebelum kematiannya. Setelah dia bertobat dari dosa-dosanya, penyakitnya menjadi semakin parah, lalu dia meminta saudaranya untuk mencari Pastor Wang untuk membaptiskan dia.

Dia mendapatkan kedamaian setelah dibaptiskan, malahan suatu sukacita yang tak terucapkan. Sebelum kematiannya, dia minta untuk bisa bertemu dengan ayahnya.

Dia berkata kepada ayahnya, “Engkau harus percaya akan adanya Allah yang hidup.”

Sang ayah menjawab, “Aku ini seorang pecandu opium dan sangat berdosa. Bagaimana mungkin Allah menginginkan orang berdosa seperti aku?”

Dia berkata kepada ayahnya, “Allah itu kasih. Dia mengasihi orang-orang berdosa. Kalau ayah tidak mempercayai Allah, aku tidak mau bertemu denganmu lagi.”

Sang ayah tergerak oleh permohonan si anak, lalu dia berlutut dan mengakui dosa-dosanya.

Dengan cara yang sama, dia memanggil adik laki-laki dan perempuannya, dan mereka kemudian bertobat dan berpaling kepada Allah.

Dia selamatkan seluruh keluarganya. Dia benar-benar bersukacita.

Akhirnya dia minta orang tua beserta seluruh anggota keluarganya untuk datang.

Dia berkata, “Penyakitku sudah sangat parah. Walaupun aku tahu bahwa aku akan mati, tetapi aku sangat bahagia. Karena aku pergi ke tempat yang penuh kebahagiaan. Ayah dan ibu, saudara semua akan ada di sana juga nanti. Kita akan bertemu lagi, dan hidup selamanya. Sekarang ini malaikat sudah datang. Yesus datang! Aku akan pulang! Jangan sedih atau menangis, itu hanya akan membuatku sedih.”

Setelah mengucapkan itu, dia meninggal. Senyum lebar terlihat di wajahnya. Dia telah pulang ke rumah surgawi.

Saudara-saudari yang saya kasihi, semoga Anda juga siap untuk pulang kepada Allah.

(Dikutip dari khotbah John Sung mengenai Surga dan Neraka)