new-header-renungan
new-header-renungan
previous arrow
next arrow

 

Renungan singkat dari Fenelon dalam menjawab pertanyaan seorang saudara yang berkonseling kepadanya

Saya tentu saja bersimpati dengan Anda di dalam semua masalah Anda, tetapi saya tidak dapat berbuat apa-apa melainkan berdoa agar Tuhan akan menghibur Anda. Anda sangat sekali membutuhkan kekuatan dari Roh Kudus, untuk menopang Anda di waktu-waktu sulit ini dan juga untuk mengekang keinginan natural Anda untuk mencari jalan keluar.

Mengenai surat tentang latar belakang keluarga Anda, saya pikir Anda harus menyerahkan hal ini hanya kepada Tuhan, dan meminta Dia berbelas kasihan kepada orang yang mau menyakiti Anda. Saya sudah memperhatikan sejak dulu bahwa Anda agak sensitif akan hal ini. Tetapi ingatlah bahwa saat Tuhan menangani masalah si-aku, ia selalu menyerang masalah itu tepat di titik lemahnya. Setiap orang tahu bahwa jika Anda mau membunuh orang lain, Anda tidak memulai dengan menyerang rambut atau kukunya. Tidak, Anda mengarahkan serangan Anda kepada organ-organ tubuh seperti jantung atau otak. Nah, saat Tuhan menangani masalah si aku di dalam kita, ia selalu menyentuh titik yang paling perih, di situlah si aku itu paling hidup. Dan banyak dari salib-salib yang Tuhan berikan dirancang untuk menangani wilayah-wilayah paling sensitif di dalam kehidupan si aku. Walaupun ini adalah pengalaman yang paling mengaibkan untuk dilewati, adalah terbaik bagi Anda untuk mengizinkan hati Anda direndahkan. Kediaman dan ketenangan di saat direndahkan adalah manifestasi Yesus di dalam jiwa.

Saya juga harus memperingatkan Anda akan pencobaan “percakapan yang merendahkan hati”. Sangatlah mudah untuk berbicara dalam bahasa seorang yang “rendah hati” karena kedengarannya sangat bagus. Tetapi adalah jauh lebih baik menjadi rendah hati dan tidak berkata apa-apa tentangnya. Kerendahan hati yang masih dapat berbicara masih perlu diperhatikan dengan saksama! Manusia lama memperoleh banyak penghiburan dari apa yang ia katakan kepada dirinya sendiri.

Janganlah mengizinkan diri Anda menjadi resah tentang apa yang orang katakan tentang Anda. Biarlah dunia berbicara. Anda hanya perlu memusingkan diri melakukan kehendak Tuhan. Tentang apa yang dikehendaki manusia, Anda tidak dapat menyenangkan semua orang, dan hal itu tidaklah layak dilakukan. Satu momen yang hening di dalam hadirat Tuhan sudah membayar kembali setiap fitnah yang pernah dilontarkan terhadap Anda. Anda harus belajar untuk mengasihi orang lain tanpa sama sekali mengharapkan persahabatan dari mereka. Manusia cenderung berubah-ubah. Mereka mengasihi kita dan meninggalkan kita,  mereka datang dan pergi. Mereka berubah dari satu posisi ke posisi yang lain bagaikan layang-layang ditiup angin, atau bagaikan bulu ditiup angin sepoi-sepoi. Biarlah mereka melakukan apa yang mereka mau. Hanya pastikan bahwa Anda hanya melihat Tuhan di dalam mereka. Mereka tidak dapat melakukan satu apa pun terhadap Anda tanpa izin Dia. Jadi, pada akhirnya, Dialah yang menguji atau memberkati kita, menggunakan mereka sebagaimana kita membutuhkannya.