new-header-renungan
new-header-renungan
previous arrow
next arrow

 

David Wilkerson |

“Percayalah kepada-Nya setiap waktu, hai umat, curahkanlah isi hatimu di hadapan-Nya; Allah ialah tempat perlindungan kita.” (Mazmur 62:9)

Anda harus menganggap temu janji Anda dengan Allah sebagai sesuatu yang lebih sakral dan penting dari temu janji Anda dengan orang lain – tidak kira siapa mereka.

Bukankah sangat memalukan bagi surga melihat bagaimana cara orang Kristen gagal menjunjung tinggi keagungan Allah, Raja Kemuliaan kita? Kita seringkali begitu kurang ajar membiarkan Allah Bapa menunggu kita. Dengan sesuka hati kita, kita akan tiba-tiba membatalkan temu janji kita dengan Dia, demi hal-hal yang sangat sepele!

Dapatkah Anda membayangkan seseorang membuat Pencipta alam semesta ini menunggu saat dia menyia-yiakan waktunya untuk menonton program kesukaannya di televisi? Namun itulah yang kita lakukan! Yang lebih parah lagi, setelah itu kita sama sekali tidak menganggap penting untuk menghadirkan diri untuk bertemu dengan Dia. Kita bukannya terlupa ada temu janji dengan-Nya, tapi kita dengan sengaja menolak untuk hadir di hadapanNya!

Orang Kristen yang mengabaikan doa adalah orang yang memiliki prioritas yang terbalik. Banyak yang berjanji akan berdoa jika mereka bisa menemukan waktu. Namun setiap hari Tuhan menjadi semakin kurang penting dibandingkan dengan mencuci mobil, membersihkan rumah, mengunjungi teman, shopping, menonton dan tidur. Mereka sama sekali tidak berusaha meluangkan waktu untuk berdoa.

Orang-orang seperti ini tidak ada bedanya dengan orang-orang yang berada di zaman Nuh dan Lot. Prioritas utama mereka adalah makan, minum, sibuk berjual-beli, kawin dan mengurus keluarga mereka. Mereka tidak punya waktu untuk mendengarkan pesan-pesan tentang penghakiman Allah yang akan datang. Jadi tidak ada yang siap saat penghakiman itu datang!

Ternyata, setelah berabad-abad, tidak ada yang berubah. Bagi kebanyakan orang Kristen hari ini, Allah tetap berada di bagian paling bawah dari daftar prioritas mereka, yang berada di bagian paling atas daftar prioritas mereka adalah penghasilan, keamanan hidup, kenikmatan hidup dan keluarga.

Yang terkasih, Tuhan tidak menginginkan apa yang tersisa dari hidup Anda – sisa-sisa waktu yang Anda miliki untuk melontarkan dengan cepat suatu permohonan doa. Itu bukanlah suatu korban persembahan doa yang berkenan.

TUHAN semesta alam berfirman: “Apabila kamu membawa seekor binatang buta untuk dipersembahkan, tidakkah itu jahat? Apabila kamu membawa binatang yang timpang dan sakit, tidakkah itu jahat? Cobalah menyampaikannya kepada bupatimu apakah ia berkenan kepadamu, apalagi menyambut engkau dengan baik?” (Maleakhi 1:8)

Nabi Maleakhi sedang memberitahu kita, “Kamu membawa hewan-hewan yang sudah tua dan sakit-sakitan untuk dipersembahkan pada Allah – persembahan yang ceroboh, sembrono dan tanpa kesungguhan hati, coba kamu berikan itu pada bupati kamu dan lihat apa yang terjadi?!”

Yang diharapkan oleh Allah adalah umatnya dengan berhati-hati meneliti semua kawanan hewan mereka dan memilih yang paling sempurna untuk dipersembahkan kepada-Nya. Begitu juga di masa ini, Allah mengharapkan hal yang sama dari kita. Dia menginginkan hal yang berkualitas dari kita, bukannya waktu yang terburu-buru dan tanpa kualitas. Kita harus menjadikan waktu yang kita persembahkan pada-Nya suatu prioritas yang utama di dalam hidup kita!

Saya pernah sekali bertemu dengan seorang pendeta dari salah satu gereja yang paling besar di Amerika. Orang ini adalah pendeta yang paling sibuk yang pernah saya temui. Tanpa rasa bersalah dia memberitahu saya, “Saya tidak punya waktu untuk berdoa.” Namun, yang dimaksudkan olehnya sebenarnya adalah, “Saya tidak memprioritaskan doa.” Saat saya mengunjungi gerejanya, saya tidak merasakan gerakan Roh Allah. Gerejanya adalah salah satu gereja yang paling tidak punya kehidupan yang pernah saya layani. Bagaimana mungkin akan ada kehidupan di dalam gereja itu jika pendetanya sendiri tidak berdoa?

Tidak ada orang Kristen yang akan meluangkan waktu untuk berdoa melainkan doa menjadi prioritas pertama dan utama di dalam kehidupannya – di atas keluarga, karir, waktu santai dan semua yang lain.

Kenyataannya adalah waktu yang Anda pakai untuk mencari Allah di dalam doa tidak akan sia-sia. Setelah meluangkan waktu bersama Tuhan di dalam doa, kita sebenarnya akan dapat mengerjakan jauh lebih banyak dalam waktu yang singkat, dengan lebih santai, tanpa beban dan tanpa perlu bersusah payah.

Pekerjaan yang paling efektif yang dapat kita lakukan untuk Allah adalah saat kita berlutut. Saat orang yang tidak berdoa kelelahan ke sana ke mari berusaha melakukan hal-hal yang besar untuk Tuhan, orang Kristen yang berdoa sedang menggerakkan kerajaan, menghancurkan benteng-benteng musuh, melakukan hal-hal yang besar dan dalam proses itu menjadi raksasa rohani di mata Allah!