Pastor Eric Chang | Matius 12:43-45 |

Kita melanjutkan pembahasan kita tentang pengajaran Yesus di Matius pasal 12. Hari ini, kita masuk ke Matius 12:43-45

Apabila roh jahat keluar dari manusia, iapun mengembara ke tempat-tempat yang tandus mencari perhentian. Tetapi ia tidak mendapatnya. Lalu ia berkata: Aku akan kembali ke rumah yang telah kutinggalkan itu. Maka pergilah ia dan mendapati rumah itu kosong, bersih tersapu dan rapih teratur. Lalu ia keluar dan mengajak tujuh roh lain yang lebih jahat dari padanya dan mereka masuk dan berdiam di situ. Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula. Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.

Ucapan Yesus ini sangatlah luar biasa! Apakah makna ayat-ayat ini?

Yesus di sini mengatakan tentang roh najis yang telah keluar dari seseorang. Dan roh najis ini, yaitu roh jahat itu membawa kembali tujuh roh yang lebih jahat daripada dia – roh yang satu ini saja sudah jahat, dan dia membawa kembali tujuh roh yang lebih jahat dari pada dia. Roh najis atau roh jahat itu artinya sama saja. Ketika dia terusir dari diri seseorang, lalu dia mengembara di tempat-tempat tandus, mencari tempat berteduh. Nabi Yesaya berkata, “Tuhan berfirman, tidak ada kelegaan bagi orang jahat.” Firman ini berlaku baik untuk manusia dan juga roh. Roh jahat adalah roh yang selalu gelisah. Dia tidak memiliki kelegaan. Dia tidak memiliki damai sejahtera, dan dia mengembara di tempat-tempat tandus.


Kata tandus berarti tidak memiliki hidup, mati dan jahat

Makna apakah yang ingin ditegaskan oleh kata tandus ini? Tidak adanya kehidupan. Jika tidak ada air, maka tidak akan ada kehidupan. Di mana ada kejahatan, maka tidak ada kehidupan. Hidup selalu bersanding dengan kebenaran. Anda tidak akan pernah bisa memisahkan hidup dari kebenaran. Satu-satunya tempat yang tandus, yang tidak ada kehidupan, tidak ada sukacita dan selalu gelisah, adalah tempat di mana kejahatan berdiam. Jika ada kebenaran, maka ada damai sejahtera, ada hidup dan kelegaan. Bahkan roh jahat juga, sama seperti orang berdosa, tidak suka kegelisahan. Roh jahat juga tidak menyukai hal itu. Demikianlah, roh jahat ini, setelah mengembara beberapa waktu, ia memutuskan untuk kembali ke tempat semula, siapa tahu dia bisa berdiam dengan tenang lagi di sana.


Kuasa Roh Kudus bekerja melalui Yesus untuk menyelamatkan kita dari kuasa Iblis

Mari kita renungkan beberapa pertanyaan. Jika roh jahat itu ingin kembali ke tempatnya semula, lalu mengapa dia keluar dari sana? Mengapa dia tidak berdiam saja di tempat tersebut. Tentunya, rumah yang sudah bobrok sekalipun masih lebih bagus daripada padang gurun, tempat yang tandus. Jawabannya sederhana, sangat jelas. Kitab Suci tidak membiarkan kita dalam kebingungan. Prinsip pertama dalam menelaah firman adalah melihat pada konteksnya. Apakah konteks pembahasan di dalam Matius pasal 12 ini?

Roh Kudus bekerja melalui Yesus untuk mengusir roh jahat. Dan di ayat 27, Yesus dituduh telah mengusir roh jahat dengan kuasa Iblis, yang disebut dengan nama Beelzebul. Orang yang tadinya dirasuki roh jahat, tapi roh jahat ini telah diusir keluar dengan kuasa Allah. Tidak ada roh jahat yang mau keluar atas kehendaknya sendiri, dan tak seorang pun yang bisa membebaskan dirinya sendiri dari kuasa roh jahat. Jika kita bisa mengusir roh jahat dengan kekuatan kita sendiri, maka kita tidak memerlukan kuasa Roh Kudus yang bekerja melalui Yesus, untuk menyelamatkan kita dari kuasa roh jahat. Jadi, jawabannya sangat jelas.


Akan menjadi Bait Allah atau menjadi rumah setan, roh jahat

Kata ‘rumah’ di dalam Alkitab adalah kata yang lazim digunakan untuk menggambarkan manusia. Misalnya, saat Anda membangun hidup Anda, Yesus menggambarkannya dengan ungkapan “membangun rumah di atas batu.” Anda membangun rumah Anda, hidup Anda, berlandaskan ajaran Yesus. Pembangunan kehidupan Anda diibaratkan seperti pembangunan rumah (Mat 7:24). Atau, misalnya, di Yohanes 14:23, Yesus berkata bahwa barangsiapa taat kepada Bapa, maka Bapa dan Anak akan datang dan berdiam di dalam orang itu, yaitu tinggal di dalam dirinya, hidup di dalam dia.

Demikianlah, Perjanjian Baru menyebut orang-orang Kristen sebagai Bait Roh Kudus. Atau, di Wahyu 3:20, Yesus berkata, “Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok…” Dia berdiri di muka pintu kehidupan Anda dan mengetok, supaya Anda membuka hidup Anda bagi dia. Malahan, Paulus bahkan menyebut dirinya, di 2 Korintus 5:1, sebagai tenda. “Sekalipun tenda ini dibongkar, tidak apa-apa karena aku akan memiliki rumah yang baru untuk didiami. Allah akan memberiku tubuh yang baru.” Tubuh jasmani ini diibaratkan seperti rumah. Seperti yang telah ditunjukkan oleh berbagai referensi itu, Kitab Suci mengibaratkan tubuh manusia sebagai ‘rumah’.

Prinsip kedua di dalam melakukan eksegese adalah: selalu membuat perbandingan di dalam Kitab Suci itu sendiri. Jika Anda menemukan gambaran tentang rumah atau apa pun itu, maka bandingkanlah maknanya dengan gambaran yang sama di bagian lain di dalam Kitab Suci. Alkitab menjelaskan dirinya sendiri dengan sangat gamblang. 

Dan poin penting yang diajarkan oleh Yesus di sini adalah: Anda akan menjadi rumah Allah, Bait Allah, atau akan menjadi rumah setan, roh jahat. Ingatlah bahwa Matius 12 telah menegaskan kepada kita bahwa tidak ada tempat netral di antara keduanya.

Dengan demikian, gambaran ini menjadi jelas bagi kita. Kita akan menjadi Bait Allah atau akan menjadi rumah bagi satu atau banyak roh jahat. Artinya, Anda akan hidup berlandaskan kuasa Allah atau kuasa Iblis. Itulah artinya karena pribadi yang akan tinggal di dalam rumah itulah yang akan mengendalikan rumah tersebut; pribadi yang memiliki rumah itulah yang memegang kendali. Rumah tidak menyuruh kita untuk melakukan ini atau itu. Pribadi yang tinggal di dalamnyalah yang menentukan apa yang mau diperbuat dengan rumah itu. Dengan demikian: siapakah yang tinggal di dalam Anda? Siapakah yang mengendalikan hidup Anda? Siapakah yang menjadi majikan Anda?

Tak seorangpun yang merupakan tuan atau majikan atas dirinya sendiri. Orang yang mengira bahwa dia adalah tuan atas dirinya sendiri belum mengerti seperti apa keadaan dunia dan kehidupan di dalamnya. Tak ada orang yang menjadi tuan atas dirinya sendiri. Ada kuasa-kuasa yang jauh melampaui Anda dan saya di dalam dunia ini. Dan jika Anda belum tahu batas kekuatan Anda, maka Anda akan masuk ke dalam bencana yang satu ini. Anda harus tahu diri Anda, tahu batas kemampuan Anda. Selanjutnya Anda akan tahu seberapa kuat musuh Anda. Jika Anda tidak tahu tentang diri Anda dan Anda tidak tahu kekuatan musuh Anda, maka Anda akan masuk ke dalam bencana rohani. Hal ini berlaku baik di dalam bidang rohani maupun militer.

Konfusius pernah berkata, hargailah dan jagalah jarak dengan  Iblis dan roh jahat. Baiklah, nasehat ini terdengar sangat bagus. Masalahnya adalah, bukan Anda yang menentukan jarak antara Anda dengan Iblis serta roh jahat. Jika hal itu tergantung pada Anda untuk menentukannya, maka urusannya menjadi sederhana, bukankah begitu? Anda mungkin ingin menjauh dari mereka, tetapi mereka tidak mau jauh-jauh dari Anda. Jika urusan menghormati dan menjaga jarak dengan penjahat itu ditentukan oleh saya, perkaranya jadi gampang. Namun para penjahat itu tidak mau menjauh dari saya, bukankah begitu? Lalu, apa yang bisa saya lakukan? Bisakah saya berkata, “Saya menghormati Anda. Maukah Anda menjauh dari saya?” Omongan semacam ini tentu saja tidak berkesan bagi mereka. Yang mereka inginkan adalah harta Anda, dan mereka akan merebutnya. Konfusius sendiri dengan rendah hati menyatakan bahwa dia tidak sepenuhnya memahami dunia roh dan kehidupan rohani, dan dia memang benar. Dia adalah orang yang luar biasa di zamannya, akan tetapi membuat pernyataan semacam ini dalam perkara rohani menunjukkan kegagalannya dalam memahami kehidupan spiritual dan kuasa-kuasa yang ada di sana. Bukan Anda yang menentukan jarak dengan roh jahat. Roh jahat tidak akan bisa dicegah dengan pikiran semacam itu.

Jika kita mengerti tentang dunia roh, kita akan menyadari bahwa kuasa mereka yang bertempur di dunia spiritual itu jauh melampaui batas kekuatan kita. Kita berada di tengah medan perang itu. Kita akan menjadi korban pertempuran, dan hal ini sudah kita lihat di Matius 12:29 – Atau bagaimanakah orang dapat memasuki rumah seorang yang kuat dan merampas harta bendanya? Di ayat itu Iblis digambarkan sebagai orang kuat yang sedang mengendalikan rumah tersebut, dan Yesus datang untuk membebaskan kita. Dan dengan cara bagaimanakah Yesus membebaskan kita dari kuasa Iblis? Dengan cara diikatnya dahulu orang kuat itu Sesudah diikatnya barulah dapat ia merampok rumah itu. Yesus datang untuk mengikat Iblis lewat Roh Allah supaya kita bisa merdeka.


Peringatan: Anda bisa dibebaskan tetapi tidak ada jaminan bahwa Anda akan tetap merdeka

Saat Yesus melanjutkan uraiannya tentang roh jahat, muncul pertanyaan: setelah Yesus mengusir keluar roh jahat dengan kuasa Roh Allah, ke manakah roh jahat itu pergi setelah terusir?

Inilah poin dari ayat-ayat ini: Fakta bahwa Anda telah dimerdekakan tidak menjadi jaminan bahwa Anda akan terus merdeka. Tubuh Anda mungkin tidak dikuasai lagi oleh roh jahat untuk sementara waktu, namun hanya untuk sementara waktu saja, karena roh jahat itu akan segera datang lagi. Sekalipun dia sudah diusir oleh kuasa Allah, dia akan kembali lagi jika rumah itu kosong. Pahami pengajaran Yesus yang satu ini baik-baik. Ini ajaran Yesus; bukan ajaran saya. Saya harap Anda tahu persis akan hal ini. Saya ingin agar Anda periksa semua poin eksegese ini supaya Anda bisa melihat bahwa Yesuslah yang menyampaikan hal ini.

Pokok utama dari bagian bacaan ini adalah Yesus sedang memberi kita peringatan: fakta bahwa Anda telah dimerdekakan bukanlah jaminan bahwa Anda akan tetap merdeka, kecuali jika Anda melanjutkan dengan langkah-langkah yang diperlukan untuk itu.

Apakah langkah-langkah yang diperlukan itu? Apakah Anda mengira bahwa jika setan telah diusir dari kehidupan Anda maka dia akan tetap tinggal di luar hidup Anda? Atau, apakah Anda berhak mengatakan kepadanya, “Aku tidak mau bersamamu lagi”? Tidak, di dalam kehidupan Kristen, persoalannya tidak sesederhana itu. Masih banyak hal yang harus Anda lakukan untuk bisa menahan setan tetap di luar garis. Lalu apa yang perlu kita lakukan? Mari kita lanjutkan dengan mempelajari hal ini.

Roh jahat itu terusir dan dia mengembara ke sana-kemari, lalu dia kembali ke tempat dia terusir. Saat dia melihat rumah itu, waah! Pemandangan yang indah terhampar di hadapannya. Apakah pemandangan yang menggiurkan itu? Pertama-tama, dan yang terpenting, hal yang paling membangkitkan semangatnya adalah bahwa rumah itu kosong. Terbuka untuk dikuasai, menunggu untuk dikuasai lagi! Tak ada hal yang lebih disukai oleh pencuri selain rumah yang kosong. Sungguh indah sekali! Para maling menyukainya! Bukankah begitu? Anda tidak akan menghadapi perlawanan. Tak heran jika polisi berkata, “Nyalakanlah lampu, atau gunakanlah alat pengatur yang akan menyalakan lampu pada saat-saat tertentu, untuk memberi kesan bahwa rumah Anda tidak kosong, sekalipun rumah itu memang kosong.” Tentu saja, Anda bisa menipu manusia dengan cara ini, tetapi setan tidak akan tertipu oleh alat pengatur waktu model apapun.

Demikianlah, Anda hadir ke gereja pada hari Minggu dan Anda berkata kepada setan, “Lihat, aku beribadah di gereja! Dan jika hal itu belum cukup, aku akan beribadah dua kali seminggu. Aku akan hadir dalam kelompok PA, dan aku akan menambahkannya lagi.” Anda mau memberi kesan bahwa rumah Anda tidak kosong dengan mengelabui setan lewat aktivitas eksternal. Kita mencoba memainkan cara ini terhadap setan, namun setan sama sekali tidak terkesan. Dia tahu persis apakah rumah itu kosong atau berpenghuni. Lampu akan menyala atau tidak bukanlah masalah, yang dia ingin tahu adalah apakah rumah itu kosong atau tidak.

Saat melihat pemandangan yang menggiurkan ini, pada bagian akhir ayat 44: roh jahat itu kembali dan mendapati bahwa rumah itu kosong. Bukan saja kosong, ada orang lain yang telah membenahi rumah itu karena disebutkan bahwa rumah itu telah bersih tersapu, artinya rumah itu tidak pernah disapu sebelumnya. Sebelumnya rumah itu jorok sekali. Tapi sekarang, sudah tersapu bersih, teratur rapi. Apa lagi yang dia inginkan? Maksud saya, jika ada orang lain yang sudah menyingkirkan sampah-sampah di rumah itu, membersihkan rumah itu, sebenarnya ini sudah sangat ideal. Namun lebih lagi, dia mendapati bahwa rumah itu rapih teratur.

Kata ‘rapih teratur’ berasal dari kata Yunani ‘kosmeo’, dan dari sinilah kata ‘kosmetik’ bersumber. Kata ini pada dasarnya berarti ‘dihias’, dan di sini, terjemahan RSV memakai istilah “put in order (terjemahan LAI memakai istilah rapih teratur),” dengan mengikuti makna dasar kata ‘kosmeo’ atau ‘cosmos (jagat)’, yaitu tempat di mana segala sesuatunya tersusun rapi. Jadi, kata ini bermakna dirapikan, dihias, dan semacamnya. Jika Anda mengenakan kosmetik di wajah Anda, tentunya Anda menambahkan bedak dan sebagainya itu untuk mempercantik penampilan Anda. Mendadak pipi Anda berwarna kemerahan dengan memakai bedak berwarna merah itu, lalu Anda membuat mata Anda terlihat lebih besar dengan memakai teknik merias yang tertentu. Sungguh bagus, sangat menarik.

Demikianlah, roh jahat itu kembali dan mendapati hal yang indah ini. Ya, sudah bersih, tersapu, bahkan roh jahat juga menyukai hal-hal yang bersih, bukankah begitu? Anda tahu, bahkan seseorang yang wataknya tidak rapi, jorok, sangat menyukai hal yang bersih, selama bukan dia yang harus membersihkan semua itu. Selama yang membersihkan itu orang lain, dia menyukainya. Dia tidak keberatan sama sekali. Demikianlah, roh jahat itu kembali dan mendapati pemandangan yang menggiurkan ini. Rumah yang indah, sebagus rumah baru! Dia meninggalkan rumah itu dalam keadaan rusak parah, dan sekarang lihatlah! Sangat cantik! Dan rumah itu siap, menunggu untuk dimiliki.

Lalu, apakah dia segera bergegas masuk ke rumah itu? Tidak. Mengapa tidak? Mengapa dia tidak segera saja masuk dan menguasai kembali rumah itu? Bagaimana menurut Anda? Ayat 45 memberitahu kita bahwa dia tidak segera masuk ke rumah itu, tetapi dia pergi dan membawa tujuh roh lain yang lebih jahat daripada dia!

Mungkin Anda berkata, roh jahat yang satu ini sangat murah hati. Dia mau berbagi tempat tinggal dengan tujuh roh jahat yang lain. Maksud saya, dia tidak serakah dan berpikir, “Aku akan menikmati sendiri rumah yang indah ini.” Dia sangat murah hati. Bagaimana mungkin pribadi yang sangat jahat bisa bermurah hati? Mungkin hal ini membingungkan Anda. Apakah Anda kira alasan dia mencari teman adalah itu? Atau mungkin Anda pikir roh jahat yang satu ini merasa agak kesepian sekarang. Dia sangat kesepian sehingga dia harus pergi mencari teman. Dia bergegas pergi dan mendapatkan tujuh roh yang lebih jahat dari dia. Mengapa dia harus mencari tujuh roh yang lebih jahat dari pada dia? Apakah alasannya? Renungkanlah hal ini.

Jawabannya sederhana: sebelumnya, dia sudah dicampakkan keluar, jadi dia ingin mengajak tujuh teman yang lebih kuat untuk memastikan bahwa nantinya dia tidak akan mudah diusir keluar lagi. Mengusir satu roh jahat keluar mungkin mudah, namun mengusir tujuh roh jahat yang lebih kuat daripada yang satu itu bukanlah perkara mudah! Yang tujuh itu lebih jahat lagi dari pada dia, secara rohani mereka lebih kuat. Begitulah hal yang berlaku di dunia roh. Semakin besar tingkat kebenaran yang dimiliki akan menunjukkan semakin besar kuasa rohani yang dimiliki. Roh Kudus adalah Roh Allah, sempurna di dalam kekudusan-Nya. Tak ada satu roh-pun yang kuasanya melebihi Roh Kudus.

Dan Iblis, tentu saja, adalah yang paling jahat di tengah kalangannya. Dan semakin tinggi kedudukan satu roh di dalam lingkungan roh jahat, berarti semakin jahat pula roh tersebut. Sebagai contoh, syarat untuk menjadi penguasa di dalam kerajaan Iblis tentunya adalah bahwa semakin jahat akan semakin bagus. Iblis, sebagai yang paling jahat di antara yang lainnya, tentu menyukai pribadi-pribadi yang semakin serupa dengan dia, semakin jahat semakin bagus.

Perhatikan, roh jahat ini (roh jahat tidaklah bodoh. Saya harap Anda sekarang menyadarinya) mengamati rumah yang bagus itu dan berkata, “Baiklah, dulu aku terusir dari rumah itu, dan tentunya mereka tidak akan bisa mengatasi aku lagi.” Lalu dia pergi serta mendapatkan tujuh pribadi yang lebih jahat daripadanya, untuk memastikan bahwa kali ini, dia akan bisa bertahan dan tidak akan mudah terusir lagi.

Seperti apa situasinya? Yesus berkata, “Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.” Perhatikan kata-katanya, istilah orang itu menunjukkan kepada kita tentang apa makna kata rumah itu. Rumah itu adalah orang tersebut. Dinyatakan dengan sangat jelas kepada kita, bahkan tidak perlu mencari referensi silang seperti yang sudah saya berikan tadi. Maka akhirnya keadaan orang itu, perhatikan konteks kalimat ini yang berbicara tentang satu orang. Dia tidak sedang berbicara tentang sebuah organisasi, atau masyarakat, atau bahkan organisasi Kristen, yang dibahas adalah “orang itu”. Keadaan akhir orang itu yang lebih buruk daripada sebelumnya. Pada awalnya dia hanya dikuasai oleh satu roh jahat saja. Tapi sekarang, berapa banyak roh jahat yang menguasainya? Dia dikuasai oleh delapan roh jahat. Keadaannya sudah delapan kali lebih buruk dari sebelumnya. Malah lebih dari delapan kali karena yang tujuh itu jauh lebih jahat dari pada yang pernah menguasainya. “Maka akhirnya keadaan orang itu,” kata Yesus, “lebih buruk dari pada keadaannya semula.” Itulah hal yang diajarkan oleh Kitab Suci kepada kita.

Apakah maknanya? Apakah maksud pernyataan ini bagi kita? Pokok ajaran yang ini adalah pokok ajaran yang paling perlu kita pahami karena sudah tidak dipahami lagi sekarang ini. Yesus sedang memperingatkan kita: Fakta bahwa Anda sudah dibebaskan dari kuasa Iblis bukanlah jaminan bahwa Anda akan tetap merdeka. Jadi, apa yang harus Anda lakukan?


Apakah Anda ingin mau dibebaskan sekali saja?

Jika kita kilas balik sedikit, mari kita ajukan pertanyaan: bagaimana orang ini bisa dibebaskan dari kuasa roh jahat tadinya? Kita tahu bahwa dia dibebaskan oleh kuasa Allah. Tak seorang pun yang bisa membebaskan dirinya sendiri. Tak ada orang lain yang bisa membebaskan dia kecuali kuasa Roh Allah. Namun, orang seperti apakah yang bisa dimerdekakan dari kuasa Iblis? Mengapa Allah tidak membebaskan saja semua orang? Saya harap Anda cukup tahu dan berkata, “Tentu saja, tidak bisa semua karena dibutuhkan iman.” Ini memang jawabannya. Bagaimana orang ini bisa dimerdekakan dulunya kalau dia tidak percaya kepada Yesus, atau berseru kepada Yesus untuk membebaskannya? Bagaimana dia bisa merdeka? Kita lihat bahwa segenap pasal 12 dari Matius ini berbicara tentang kuasa Allah yang sekarang ini sedang bekerja melalui Yesus untuk memerdekakan manusia. Roh Allah bekerja melalui Yesus. Dan tidak ada nama lain di dunia ini yang bisa menyelamatkan kita.

Jadi, lewat nama Yesus orang ini diselamatkan dari kuasa Iblis. Yesus adalah satu-satunya nama di mana kita bisa diselamatkan. Karena kita tahu bahwa hanya melalui iman kita kepada Kristus kita bisa diselamatkan, ini berarti bahwa orang ini tadinya diselamatkan karena dia percaya kepada Yesus, dia meminta Yesus untuk memerdekakannya dari kuasa setan.

Lalu mengapa orang ini meminta Yesus untuk membebaskannya dari kuasa setan dan dosa? Karena, seperti yang sudah saya sampaikan di bagian awal tadi, bahkan seorang berdosa juga bisa letih karena dosanya, bahkan orang berdosa juga bisa tertekan oleh dosanya. Ia bisa merasa kering, tiada sukacita dan gelisah karena berada di bawah kuasa dosa. Dia ingin bebas. Lalu, bagaimana agar bisa bebas? Anda tinggal datang kepada Yesus, karena memang hanya dia yang bisa memerdekakan Anda. Lalu Anda datang kepada Yesus dan berkata, “Tuhan, bebaskanlah aku, karena aku tidak memiliki damai sejahtera, aku tidak memiliki kelegaan.” Mengapa mereka ingin bebas? Karena mereka ingin damai sejahtera, sukacita dan kelegaan. Bukankah ini caranya Injil dikabarkan sekarang ini?

Bagi saya, saya tidak mau memberitakan Injil dengan cara itu karena saya tahu apa bahayanya. Apa yang akan terjadi pada seseorang jika dia menjadi Kristen karena dia hanya mau menikmati sukacita dan sebagainya? Apa yang akan terjadi saat dia sudah mendapatkan semua itu? Dia menjadi Kristen karena dia menginginkan sesuatu buat dirinya dan karena dia telah terlalu lelah ditekan oleh dosa.

Lalu apa yang terjadi? Lalu dia datang kepada Yesus, sama seperti banyak orang yang mengacungkan tangannya pada KKR dan mengambil keputusan untuk datang kepada Yesus. Para pembimbing yang bijak akan mencari tahu apa motivasi orang-orang ini. Mengapa mereka mengacungkan tangannya? Mengapa mereka ingin mengenal Yesus? Tetapi hal itu tidak diselidiki, sekarang ini, orang-orang hanya ingin mencari penganut Kristen: “Oh, apakah kamu ingin datang kepada Yesus? Bagus, bagus. Silakan berlutut. Terimalah Kristus.”

Kemudian, apa yang terjadi? Sebulan kemudian, orang yang bersangkutan malah menjauh dan semakin jauh. Dalam setahun, Anda bahkan tidak bertemu lagi dengannya di gereja. Kebanyakan orang, Anda bahkan tidak perlu menunggu sampai setahun. Pembimbing macam apakah yang kita miliki sekarang ini di Gereja? Penginjil macam apa? Pengkhotbah macam apa? Apakah mereka begitu bodohnya sehingga tidak bisa melihat apa yang tampak di hadapan mereka? Orang-orang itu hanya ingin damai sejahtera, sukacita.

Jika Anda tawarkan hal itu kepada mereka Anda akan memperoleh banyak pengikut karena semua orang haus akan kedamaian, semua orang haus akan sukacita. Anda bisa mendapatkan mereka semua. Saya tidak mau melakukan dengan cara ini. Untuk apa? Mendapatkan mereka hanya untuk kehilangan mereka dalam gelombang yang berikutnya? Jika mereka datang berduyun-duyun, mereka juga akan pergi berduyun-duyun.

Ada jenis orang yang hanya mau memperalat Allah. Mereka ingin memperalat Allah untuk membebaskan mereka dari belenggu yang membuat kehidupan ini terasa berat bagi mereka. Benar, semua orang ingin bebas dari perbudakan di Mesir. Namun apakah mereka juga ingin masuk ke dalam kedaulatan Allah? Tidak. Lihat saja orang-orang Israel. Benar, mereka ingin keluar dari Mesir, tetapi apakah mereka mau tinggal di bawah pemerintahan Allah? Tidak. Mereka menggerutu terhadap Allah! Dan akhirnya segenap angkatan itu binasa di padang gurun.

Inilah poinnya, saudara-saudari: memang bagus jika Anda ingin bebas dari dosa. Namun apakah itu karena Anda memang membenci dosa atau sekadar membenci akibat dari dosa? Anda tidak begitu benci terhadap dosa; Anda hanya tidak suka pada akibatnya. Hal ini terjadi jika Anda belum mengerti bahwa Anda tidak akan bisa merdeka dari akibat dosa jika Anda tidak merdeka dari dosa dan tetap memelihara kemerdekaan itu. Seorang Kristen yang sejati adalah orang yang menjadi Kristen karena kepeduliannya pada kebenaran, karena dia telah belajar membenci kejahatan, karena dia telah belajar untuk mengasihi kebenaran.

Banyak orang yang mengacungkan tangannya untuk percaya karena mereka ingin membuat suatu keputusan yang religius dan mereka menginginkan reformasi moral. Untuk sesaat, mereka menjalani kehidupan yang lebih baik. Mereka telah ‘bersih disapu.” Beberapa dosa lama telah disingkirkan. Ada semacam proses ‘penambalan’ yang langsung jadi, untuk sesaat, dan orang ini memang terlihat lebih baik daripada sebelumnya, bahkan perilakunya mengalami perubahan sampai pada batas tertentu. Lagi pula, rumah yang lama itu memang sudah dicat ulang; dihias ulang.

Apakah Anda ingat kata ‘kosmeo’ yang diterjemahkan dengan ungkapan ‘rapih teratur’? Setiap orang mengamati dan berkata, “Nah, sekarang aku melihat kamu sudah lebih baik dari sebelumnya. Engkau menjadi orang yang lebih ramah, lebih baik.” Itu memang bagus! Itu adalah hasil karya Allah! Tak perlu malu akan hal itu. Itu adalah hasil karya Allah. Persoalannya adalah apakah hal itu bisa bertahan? Itulah pokoknya. Ada satu perubahan yang nyata dan hanya bisa dilakukan Allah. Memang ada perubahan yang nyata dan itu adalah hasil karya Allah. Ada pembersihan, dan itu adalah karya Allah. Satu hal yang tidak boleh Anda anggap pasti adalah bahwa pembersihan penataan itu akan bertahan secara otomatis.

Doktrin ‘sekali selamat tetap selamat’ ini adalah ajaran paling berbahaya yang masuk ke dalam Gereja di zaman sekarang, dan saya katakan bahwa ajaran itu bersumber langsung dari neraka karena telah merusak banyak sekali orang dan kerusakan yang ditimbulkannya jauh melebihi apa yang berani saya bayangkan. Di dalam pelayanan saya saja, saya telah melihat orang-orang yang secara rohani hancur berkeping-keping, satu demi satu, karena mereka berpikir, “Nah, aku sudah terjamin sekarang.”

Tidak ada hal yang lebih berbahaya selain pikiran bahwa Anda sudah terjamin sekarang. Pada saat Anda berpikir bahwa Anda sedang tegak berdiri, saat itulah Anda sebenarnya sedang jatuh, begitulah kata rasul Paulus (1 Korintus 10:12). Akan tetapi angkatan kita ini sudah tuli. Kita punya mata tetapi tidak melihat; punya telinga tetapi tidak mendengar.

Perhatikan kata-kata Yesus yang membuat kita gentar di ayat 45, di akhir dari bagian bacaan ini: “Demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini.” Pada dasarnya dia sedang berkata: Inilah hal yang akan terus terjadi di tengah angkatan yang jahat ini. Mereka ingin ‘Kekristenan kosmetik.” Mereka ingin percaya tanpa harus membayar harganya. Mereka ingin keselamatan yang gratisan, tidak melibatkan perubahan jangka panjang, atau setidaknya, perubahan yang terjadi itu tidak melibatkan kedaulatan Kristus di dalam hidup mereka. Mereka ingin memberitakan iman di dalam Yesus, namun iman yang tidak melibatkan komitmen total pada pemerintahan dan kedaulatan Kristus ke atas mereka. Dan orang di dalam bacaan ini pernah memiliki iman, seperti yang kita lihat, jika tidak maka dia tidak akan bisa dibebaskan dari kuasa Iblis. Beritakanlah Injil yang semacam itu, saudara-saudariku, dan Anda akan menuai bencana.

Saya pernah juga memberitakan Injil yang semacam itu. Saya mengakui kesalahan saya di hadapan Tuhan. Saya tidak tahu banyak saat itu. Namun saya bertobat di hadapan Tuhan. Saya telah melihat bencana yang timbul akibat pengajaran yang semacam ini. Kita harus memberitakan Firman Allah.

Jika kita tidak punya telinga untuk mendengar apa yang disampaikan oleh Yesus kepada kita, darah dari pelanggaran orang lain berada di tangan kita. Jika Anda bersaksi kepada mereka dengan cara yang seperti itu, atau, jika mereka yang sedang dalam pelatihan mengkhotbahkan Injil secara dangkal macam ini, ingatlah bahwa Anda akan menanggung darah dari kesalahan mereka. Yesus memperingatkan kita, dan saya sampaikan kepada Anda, khususnya mereka yang sedang dalam pelatihan: Ingatlah demikian juga akan berlaku atas angkatan yang jahat ini. Angkatan ini tidak mau mendengarkan apa yang ingin disampaikan oleh Yesus; mereka ingin memperoleh Injil yang mengikuti kemauan mereka. Seperti yang sudah diperingatkan oleh rasul Paulus kepada kita, pada hari-hari akhir nanti, orang akan mencari pengajar hanya untuk memuaskan telinga mereka. Telinga mereka tidak mau mendengarkan kebenaran. Mereka ingin sekadar digelitik oleh kegenitan dan kepalsuan dalam ajaran-ajaran tersebut, yang berasal dari eksposisi yang tidak benar atau malah tanpa dasar eksposisi sama sekali (2 Tim 4:3). Malahan, di dalam pemberitaan gereja-gereja sekarang ini, sebenarnya bisa dikatakan sudah tidak ada lagi eksposisi. Tidak banyak pengkhotbah yang melakukan eksposisi sekarang ini. Mereka hanya memberitakan hal-hal yang umum saja.

Jadi, pikirkanlah sekali lagi: apakah Anda termasuk dalam angkatan yang hanya ingin memperalat Allah untuk dibebaskan dari dosa sekali saja? Jika memang demikian, maka itu adalah kebodohan karena Anda dibebaskan dari sesuatu yang akan kembali dengan kekuatan yang berlipat tujuh, sehingga keadaan akhir Anda akan lebih buruk dari sebelumnya. Saya mohon Anda mau memahami hal ini.


Tidak ada janji Allah di dalam Alkitab yang tidak bersyarat

Dan saya juga mohon agar Anda mengerti bahwa tidak ada janji Allah di dalam Alkitab yang tidak bersyarat. Jika Allah membuat janji kepada Anda, dan Anda tidak memenuhi bagian persyaratannya, maka janji itu akan musnah. Jika Anda coba mengklaim satu janji tanpa memenuhi syaratnya, Anda tidak akan pernah mendapaktan janji itu. Dan sekalipun janji itu diberikan secara khusus buat Anda, dan hanya Anda saja, namun Anda tidak memenuhi syarat dari janji itu, maka janji itu akan musnah.


Allah membatalkan janji-Nya kepada imam Eli

Saya beri Anda satu contoh dari fakta yang sangat penting ini (dan sebenarnya ada banyak contoh di dalam Kitab Suci). Di sini, Firman Allah ditujukan kepada seorang hamba Allah, seorang imam di Israel yang bernama Eli. Perhatikan, saya secara khusus menyampaikan bahwa sekalipun janji Allah itu disampaikan kepada hamba-Nya, jika hamba Allah itu tidak memenuhi syarat yang ditetapkan, tidak setia kepada Allah, maka janji itu akan batal. Tak ada pengecualian akan hal itu. Dan perhatikan Firman Allah yang disampaikan secara langsung di 1 Samuel 2:30,

Sebab itu demikianlah firman TUHAN (Ia berbicara kepada Eli, imam Allah), Allah Israel sesungguhnya Aku telah berjanji: Keluargamu dan kaummu akan hidup di hadapan-Ku selamanya.

Yaitu, Allah menyatakan, “Aku telah berjanji kepadamu dan kepada nenek moyangmu bahwa kalian akan terus melayani-Ku selamanya,” yaitu menjadi imam di Ruang Kudus di Bait Allah. Di sini Allah menjanjikan, “Jabatan imam untuk selama-lamanya.”

Tetapi sekarang demikianlah firman TUHAN: Jauhlah hal itu dari pada-Ku! (Ia telah membatalkan janji itu kepada Eli) Sebab siapa yang menghormati Aku, akan Kuhormati, tetapi siapa yang menghina Aku, akan dipandang rendah.

Dan Eli beserta keluarganya bukan sekadar tidak dapat lagi melayani sebagai imam, sekalipun Allah sudah menjanjikan hal itu, bahkan lebih buruk lagi, keadaanya setelah itu malah jauh lebih parah daripada sebelumnya. Inilah maksudnya. Allah berkata kepada Eli bahwa Eli dan seluruh keluarganya akan dibinasakan dalam penghakiman Allah; dia tidak akan punya keturunan lagi.

Ayat 31: Sesungguhnya akan datang waktunya, bahwa Aku akan mematahkan tangan kekuatanmu dan tangan kekuatan kaummu, sehingga tidak ada seorang kakek dalam keluargamu. Maka engkau akan memandang dengan mata bermusuhan kepada segala kebaikan yang akan Kulakukan kepada Israel dan dalam keluargamu takkan ada seorang kakek untuk selamanya.

Perhatikan bahwa janji untuk melayani Allah selama-lamanya berubah menjadi janji bahwa, untuk selama-lamanya, tidak akan ada lagi kakek di tengah keluarganya. Mereka semua akan dibinasakan oleh Allah.

Ayat 33: Tetapi seorang dari padamu yang tidak Kulenyapkan dari lingkungan mezbah-Ku akan membuat matamu rusak dan jiwamu merana; segala tambahan keluargamu akan mati oleh pedang lawan.

Dan masih berlanjut. Allah pada awalnya membuat janji kepada Eli, dan kepada seluruh keluarganya, dan keluarga nenek moyangnya, bahwa mereka akan menjadi imam untuk selamanya.

Namun semua janji itu berlaku dalam pemahaman bahwa Anda akan tetap setia. Eli tidak setia kepada Allah sebagai seorang imam. Dia bukan orang jahat. Dia hanya, secara umum, tidak setia. Dia mengasuh anak-anaknya dengan buruk. Dia tidak menunjukkan keimamannya, atau fungsinya di tengah masyarakat, dengan benar. Dan dia membangkitkan amarah Allah sehingga seluruh keluarganya dibinasakan. Saya telah sampaikan sebelumnya, “Yang menerima banyak harus mempertanggungjawabkan lebih banyak” (Lukas 12:48). Jika Allah memberi banyak kepada Anda, Dia akan menuntut banyak juga dari Anda. Inilah yang dikatakan oleh Kitab Suci.


Saul tidak setia kepada Allah dan janji yang dimilikinya tidak bertahan

Allah memilih Saul di dalam Perjanjian Lama untuk menjadi raja atas Israel, dan keluarganya akan menjadi penerusnya, angkatan demi angkatan. Itulah janjinya. Namun karena Saul tidak setia kepada Allah, janji kepadanya dibatalkan. Dan bukan hanya dibatalkan, dia berserta keluarganya juga dibasmi. Kedengarannya keras, berat, namun Anda harus tahu Firman Allah. Allah sungguh indah di dalam kasih kebaikan-Nya. Namun jangan lupa bahwa Dia itu kudus.

Namun sekarang ini, gereja-gereja ingin menghapuskan kekudusan. Kita hanya ingin berbicara tentang kasih. Kita tidak mau berbicara tentang kekudusan. Kasih Allah adalah kasih yang kudus. Dia tidak akan mau bersanding dengan kejahatan. Dia tidak akan mentolerir dosa di tengah umat-Nya. Rasul Paulus memperingatkan jemaat di Korintus berulang kali untuk ‘membuang yang busuk dari tengah-tengah kamu.’ Buang itu, jika tidak, maka semua yang lain akan ikut membusuk, dan semua harus dibuang sekalian. Sekarang ini, kita melihat pemberitaan Injil yang sudah diencerkan. Lihatlah ajaran Yesus. Saya tidak menyuruh Anda untuk menelannya bulat-bulat tanpa tanya. Saya ingin Anda agar mempelajari Firman Allah dan memutuskan sendiri: apakah ini Firman Allah atau bukan? Itu sebabnya sebagian besar isi khotbah saya adalah referensi ayat-ayat, agar iman Anda dilandaskan pada Firman Allah, dan bukan pada perkataan saya.


Dua langkah keselamatan yang penting:

(1) Dimerdekakan dari kuasa dosa dan Iblis,

(2) Dipenuhi oleh Roh Allah untuk menjadi Bait Allah

Kita akan merangkum sambil kita tutup. Segenap ajaran Kitab Suci menegaskan hal ini secara jelas bagi kita: kita akan menjadi Bait Allah atau menjadi rumah setan, dikuasai oleh satu atau banyak roh jahatnya. Anda yang membuat pilihan itu, akan tetapi tidak ada tempat netral di antara keduanya. Anda hanya bisa menjadi Bait Allah atau menjadi rumah setan, satu dari dua itu.

Sekalipun Anda dikuasai oleh roh jahat, hal itu tidak berarti bahwa Anda tidak bisa menginginkan kemerdekaan. Dia menguasai rumah, diri Anda, tetapi dia tidak menguasai kehendak Anda. Anda bisa berseru kepada Allah dan perantaraNya, Yesus untuk memerdekakan Anda. Anda bisa berseru.

Namun izinkan saya memperingatkan Anda: saat Allah lewat Yesus memerdekakan Anda, dan Anda membiarkan rumah Anda kosong, maka setan akan kembali lagi, dan kali ini dia akan kembali dengan kekuatan yang berkali-kali lipat. Inilah alasan mengapa mustahil memulihkan keselamatan seseorang yang pernah mengenal Tuhan, dan berpaling lagi dari Allah. Inilah peringatan yang diberikan dalam Ibrani 6:4-6, yang perlu Anda renungkan baik-baik. Injil tidak memperkenankan kita untuk memperalatnya dengan cara ini.

Jadi, sebagai kesimpulannya, kita harus mencermati kebenaran yang penting ini: ada 2 langkah penting di dalam keselamatan. Anda harus menjalani keduanya jika Anda ingin tetap selamat. Saat seseorang dimerdekakan dari kuasa Iblis, apakah Anda akan menyebutnya diselamatkan atau tidak diselamatkan? Tentu saja, Anda akan menyebutnya diselamatkan. Dia diselamatkan dari kuasa si Jahat. Orang ini, yang roh jahat sudah terusir darinya, diselamatkan atau tidak diselamatkan? Berdasarkan definisi kata ‘diselamatkan’, maka Anda harus mengatakan, “Ya, dia diselamatkan; dia diselamatkan dari kuasa Iblis; dia diselamatkan dari roh jahat.”

Namun karena dia telah diselamatkan, apakah itu berarti bahwa dia akan tetap selamat? Saat roh jahat ini kembali dengan membawa tujuh roh yang lebih jahat dari dirinya, apakah dia masih selamat? Tidak, dia masuk ke dalam belenggu lagi. Keadaannya sekarang lebih buruk daripada sebelumnya. Menjadi Kristen, lalu murtad, berarti berakhir dalam keadaan yang lebih buruk daripada tidak pernah menjadi Kristen sama sekali.

Inilah alasan mengapa di dalam gereja ini kami sangat berhati-hati dalam menerima baptisan. Demi kesejahteraan Anda yang sangat saya pedulikan. Jika saya menolak untuk membaptis Anda, hal itu bukan karena saya ingin mempersulit keadaan buat Anda. Ini karena kasih kepada Anda, karena saya tahu jika saya menerima Anda untuk dibaptis, dan Anda kemudian murtad, maka keadaan Anda selanjutnya akan lebih buruk daripada sebelumnya. Itu sebabnya saya lebih suka menolak Anda jika Anda memang belum siap di hadapan Allah. Ada gereja-gereja yang begitu saja  membaptis setiap orang yang ingin dibaptis. Setiap orang yang ingin dibaptis langsung dibaptiskan. Kami tidak akan melakukan hal itu karena kasih kami terhadap Anda. Jika yang kami inginkan hanya jumlah jemaat yang besar, maka tidak akan ada masalah. Namun kami menghendaki untuk membangun dengan bahan emas, dan perak dan batu permata. Kami tidak ingin membangun dengan kayu, rumput dan jerami.


Dua langkah menuju keselamatan – dibersihkan dan dipenuhi Roh Allah

Langkah yang pertama adalah, dengan iman, dibebaskan dari dosa dan dari kuasa dosa, dibersihkan, dijadikan baru lagi, dihias ulang, dipulihkan kembali kepada keindahan rumah yang semula. Jika Anda telah dibersihkan, dan kerusakan-kerusakan yang terjadi telah dipulihkan, dibangun ulang, berarti ya, Anda telah diselamatkan.

Namun langkah yang berikutnya, dalam pengertian tertentu, malah lebih penting daripada langkah yang sebelumnya. Apakah langkah yang kedua itu? Apakah hal yang salah dengan rumah itu? Rumah itu kosong. Jika Anda telah dimerdekakan dari Iblis, Anda tidak boleh membiarkan diri Anda menjadi kosong. Anda harus mengizinkan Roh Allah mengisi Anda, supaya Anda menjadi Bait Allah. Anda harus mengijinkan Yesus masuk ke dalam hidup Anda dalam segenap kepenuhannya. Ini bukanlah level tinggi di dalam kehidupan Kristen. Ini adalah dasar bagi keselamatan.

Ini sebabnya mengapa, di dalam uraian saya tentang keselamatan, saya menyampaikan dua khotbah tentang keselamatan. Saya menyampaikan bahwa tanpa dipenuhi oleh Roh, Anda tidak akan bisa bertahan. “Barangsiapa tidak memiliki Roh Allah di dalam dirinya, ia bukan milik Kristus” (Rom 8:9). Dan untuk bisa memiliki Roh Allah, Anda tidak bisa sekadar memiliki sedikit bagian saja dari Roh itu. Roh itu akan masuk sepenuhnya atau tidak sama sekali.

Roh itu adalah Roh Allah; berbeda dengan air yang bisa Anda tuangkan sedikit saja ke dalam cangkir. Anda tidak bisa memiliki separuh saja dari Roh Allah di dalam hidup Anda. Anda akan memiliki Roh Allah sepenuhnya atau tidak sama sekali. Sangat tegas. Entah Roh Allah akan memenuhi diri Anda atau Anda kosong sama sekali. Sangat jelas dan tegas. Jadi saya mohon agar Anda mengerti dengan jelas Firman Allah. Anda perlu dipenuhi oleh Roh Allah, dan jika Anda telah dipenuhi oleh Roh Allah, maka Allah melalui Yesus menjadi Majikan atas kehidupan Anda.

Bukti dari pengisian yang penuh itu adalah bahwa Yesus menjadi Penguasa atas hidup Anda. Dia memegang kendali Anda hidup Anda. Ingatkah Anda akan pembahasan kita tentang hal dipenuhi oleh Roh, yang kami jelaskan, bahwa di dalam Kitab Suci sering kali dibuat perbandingan antara penuangan anggur dengan Roh? Sudahkah Anda perhatikan bahwa jika Anda dipenuhi oleh anggur, maka anggur itu akan berpengaruh nyata pada hidup Anda? Anda akan kehilangan kendali. Saat Roh memenuhi Anda, Dia tidak merusak kepribadian Anda. Dia akan menjadikan Anda pribadi sejati yang tidak pernah Anda alami sebelumnya. Itulah sebabnya Kitab Suci berkata, “Janganlah dipenuhi oleh anggur tetapi penuhlah oleh Roh” (Efesus 5:18)

Jadi, Anda telah percaya kepada Yesus. Baiklah, rumah Anda telah disapu bersih. Anda telah dibersihkan dan dosa, dan puji Tuhan akan hal itu! Baik, ada perubahan di dalam hidup Anda. Sebelumnya, Anda hancur, rusak, jahat, tapi sekarang, ada kecantikan yang baru. Anda telah dihias ulang. Tapi izinkan saya bertanya: Apakah Anda dipenuhi oleh Roh Allah? Apakah Allah melalui Yesus adalah Tuan dan Penguasa atas hidup Anda? Allah hanya memberikan Roh-Nya kepada mereka yang taat kepada Dia, seperti yang kita baca di dalam Kisah 5:32. Jika Anda menjadikan Yesus sebagai Penguasa atas hidup Anda, maka Anda akan memiliki kepenuhan Roh. Jika Yesus bukan Penguasa atas hidup Anda, maka Anda tidak akan memiliki kepenuhan Roh. Segamblang itu.

Namun jangan mengira bahwa hal dipenuhi oleh Roh ini, komitmen total ini, adalah tingkatan tinggi di dalam kehidupan Kristen. Ini adalah bagian dari proses. Ini adalah langkah penting yang kedua. Hari ini, kita telah diajarkan bahwa ajaran ini hanya untuk orang Kristen jenis unggul. Tidak ada kaitannya dengan keselamatan. Saya beritahu Anda, pendapat semacam itu tidak alkitabiah sama sekali karena jika Anda tidak dipenuhi oleh Roh (ingat bahwa ini adalah ajaran Yesus, bukan ajaran saya), maka roh jahat akan kembali kepada Anda dengan tujuh roh lain yang lebih jahat daripadanya. Dan selanjutnya, Anda akan mengalami hal tersebut, hal yang disebutkan di dalam Ibrani 6:6, yang akan menjadi nyata di dalam hidup Anda.

Memang mustahil memulihkan orang yang pernah merasakan hal yang dari Kerajaan; yang pernah mengalami kuasa Roh, yaitu dibebaskan dari kuasa setan. Di dalam pengertian itu, Anda akan mengalami bahwa kuasa Allah bekerja di dalam hidup Anda, saat terusirnya roh jahat dari hidup Anda.

Ayat 1 Yoh 3.24 24 memberitahu kita bahwa Yesus tinggal di dalam kita lewat Roh yang telah diberikan kepada kita. Namun jika Yesus tidak masuk ke dalam hidup Anda dan memenuhi hidup Anda dengan Roh, maka Anda tidak akan pernah mendapat perlindungan terhadap serangan dari si jahat, dan akan jatuh ke dalam tangan si jahat lagi.

Itu sebabnya, sambil merenungkan ajaran Yesus, tanyakanlah diri Anda apakah Anda dipenuhi oleh Roh Allah? Dan apakah Anda akan terus dipenuhi oleh Roh? Renungkanlah hal ini baik-baik.

 

Berikan Komentar Anda: