Ev. Xin Lan | Korah |

Karakter Alkitab yang akan kita pelajari hari ini adalah Korah. Korah adalah cucu kepada Lewi, sepupu kepada Musa dan Harun. Alkitab hanya mencatat satu hal yang dilakukan oleh Korah. Dia memberontak dan menyerang Musa. Sebagai akibatnya, Allah menghapuskannya.


Pemberontakan Korah

Seluruh peristiwa ini tercatat bagi kita di Bilangan 16. Mari kita membaca Bilangan 16:1-35:

1  Suatu ketika, Korah, Datan, Abiram, dan On menghasut orang-orang. Korah adalah anak Yizhar, Yizhar anak Kehat, dan Kehat anak Lewi. Datan dan Abiram adalah anak-anak Eliab. Dan, On adalah anak Pelet. Datan, Abiram, dan On adalah keturunan Ruben.
2  Keempat orang ini mengumpulkan 250 orang Israel dan datang menentang Musa. Orang-orang yang mereka kumpulkan itu adalah para pemimpin umat, yang dipilih oleh umat, orang-orang terkenal.
3  Mereka berkumpul untuk menentang Musa dan Harun dan berkata, “Cukuplah semua ini! Seluruh umat adalah orang-orang kudus dan YAHWEH ada di antara mereka. Jadi, mengapa kamu meninggikan diri lebih daripada jemaat YAHWEH ini?.”
4  Ketika Musa mendengarnya, ia sujud sampai ke tanah.
5  Lalu, Musa berkata kepada Korah dan semua pengikutnya, “Besok pagi YAHWEH akan memberitahukan siapa yang menjadi milik-Nya. Ia akan menunjukkan siapa yang kudus dan Ia akan membawa orang itu dekat kepada-Nya. Orang yang dipilih-Nya akan dibawa-Nya mendekat kepada-Nya.
6  Jadi, besok lakukanlah ini hai Korah, kamu dan para pengikutmu harus mengambil perbaraan,
7  nyalakan api di dalamnya dan taburkanlah kemenyan di atasnya di hadapan YAHWEH. Yang dipilih YAHWEH, dialah orang yang kudus. Hai anak-anak Lewi, kalian telah bertindak melampaui batas!”
8  Musa juga berkata kepada Korah, “Hai orang Lewi, dengarlah aku!
9  Allah Israel telah memisahkanmu dari seluruh umat untuk membawamu dekat kepada-Nya, untuk mengerjakan pelayanan Kemah Suci YAHWEH, dan untuk berdiri di hadapan umat melayani mereka. Tidakkah itu cukup bagimu?
10  Ia telah membawamu dan saudara-saudaramu orang Lewi dekat kepada-Nya. Namun, sekarang kamu menuntut jabatan imam juga?
11  Sebab itu, kamu dan para pengikutmu telah berkumpul menentang YAHWEH! Siapakah Harun sehingga kamu mengeluh terhadap dia?”
12  Kemudian, Musa menyuruh seseorang untuk memanggil Datan dan Abiram, anak-anak Eliab. Namun, kedua orang itu menjawab, “Kami tidak akan datang!
13  Kamu telah membawa kami keluar dari negeri yang berlimpah dengan susu dan madu untuk membinasakan kami di padang belantara, dan menjadikan dirimu sendiri pangeran atas kami. Belum cukupkah semua itu?
14  Sungguh, kamu tidak membawa kami ke negeri yang berlimpah susu dan madu, ataupun memberi kami warisan ladang atau kebun anggur. Masihkah kamu mau membodohi kamu? Kami tidak akan datang.”
15  Maka, Musa menjadi sangat marah. Ia berkata kepada YAHWEH, “Aku tidak pernah merugikan umat ini. Aku tidak pernah mengambil apa pun dari mereka, bahkan seekor keledai pun tidak! Janganlah terima pemberian mereka!”
16  Dan, Musa berkata kepada Korah, “Kamu dan para pengikutmu harus berdiri di hadapan YAHWEH besok. Harun juga akan ada di sana.
17  Setiap orang dari kalian harus membawa perbaraan dan menaburinya dengan kemenyan. Kalian masing-masing harus membawa perbaraan itu ke hadapan YAHWEH, jadi akan ada 250 perbaraan. Kamu dan Harun juga harus membawanya.”
18  Jadi, setiap orang membawa perbaraan, menaruh api di dalamnya dan menaburinya dengan kemenyan. Mereka berdiri di pintu masuk Kemah Pertemuan. Musa dan Harun juga berdiri di sana.
19  Korah juga mengumpulkan semua orang untuk menentang mereka di pintu Kemah Pertemuan. Kemudian, kemuliaan YAHWEH tampak kepada semua orang yang ada di sana.
20  YAHWEH berkata kepada Musa dan Harun,
21  “Menjauhlah dari orang-orang ini! Aku mau membinasakan mereka sekarang juga!”
22  Akan tetapi, Musa dan Harun tersungkur dan berkata, “Ya Allah, Allah dari roh segala makhluk. Janganlah marah terhadap semua umat ini karena dosa satu orang saja.”
23  YAHWEH berkata kepada Musa,
24  “Katakanlah kepada umat itu untuk meninggalkan tempat perkemahan Korah, Datan, dan Abiram.”
25  Lalu, Musa pergi menemui Datan dan Abiram dan diikuti oleh semua sesepuh umat Israel.
26  Musa berkata kepada seluruh umat itu, “Menjauhlah dari perkemahan orang-orang jahat ini. Jangan menyentuh apa pun yang menjadi milik mereka! Jika kamu melakukannya, kamu akan binasa karena dosa mereka.”
27  Seluruh umat itu pergi dari perkemahan Korah, Datan, dan Abiram. Lalu, Datan dan Abiram keluar dari perkemahannya. Mereka berdiri di pintu perkemahan bersama istri, anak-anak, dan bayi-bayi mereka.
28  Musa berkata, “Aku akan menunjukkan bukti bahwa YAHWEH mengutus aku untuk melakukan segala sesuatu yang kukatakan kepadamu. Ini bukan dari kemauanku sendiri.
29  Mereka akan mati. Jika mereka mati secara wajar seperti yang dialami manusia, hal itu menunjukkan bahwa YAHWEH tidak mengutus aku.
30  Akan tetapi, jika YAHWEH membuat mereka mati dengan cara yang tidak wajar, kamu akan mengetahui bahwa mereka telah menentang YAHWEH. Inilah buktinya: Tanah akan terbuka dan menelan mereka serta segala miliknya. Mereka akan masuk ke dunia orang mati secara hidup-hidup.”
31  Setelah selesai berkata demikian, terbukalah tanah di bawah mereka.
32  Tanah itu terbuka mulutnya dan menelan mereka. Semua pengikut Korah, keluarga, dan segala milik mereka masuk ke dalam tanah.
33  Mereka masuk ke dunia orang mati secara hidup-hidup. Kemudian, tanah itu menutup sehingga mereka lenyap dari antara umat.
34  Seluruh umat Israel yang ada sekitar tempat itu berhamburan ketika mendengar teriakan dari mereka yang lenyap itu. Mereka berkata, “Bumi akan menelan kita juga!”
35  Kemudian, api YAHWEH datang dan membinasakan 250 orang yang membawa persembahan kemenyan.

Demikianlah seluruh kisah tentang pemberontakan Korah dari awal sampai akhirnya. Jelas bahwa Korah sedang menantang otoritas Musa dan dia ingin mendapatkan posisi imam besar yang dijabat oleh Harun. Umat Israel beberapa kali memberontak terhadap Musa dan menggerutu. Namun, hanya ada dua peristiwa mereka benar-benar menantang otoritas Musa. Pertama adalah oleh saudara perempuan Musa, Miriam. Kedua adalah kasus Korah ini. Peristiwa Miriam tercatat bagi kita di Bilangan 12. Alkitab berkata bahwa Miriam menantang Musa dengan berkata, “Apakah Yahweh hanya berbicara melalui Musa? Tidakkah dia berbicara melalui kita juga?” Lalu, Allah menegur Miriam dan menjatuhkan disiplin ke atas dia dalam bentuk penyakit kusta. Namun, dalam pemberontakan Korah, hukuman Allah ke atas Korah, jauh lebih serius. Korah beserta 250 pemimpin yang lain, umat dan harta benda yang menjadi milik Korah semuanya seketika dilenyapkan. Pada akhirnya, Allah mendatangkan tulah yang membunuh 14,700 orang Israel. Kita diperhadapkan dengan pertanyaan, “Dibandingkan dengan Miriam, mengapa Allah menangani kasus pemberontakan Korah dengan begitu serius?”


Mengapa Pemberontakan Korah suatu Dosa yang Besar?

Dari apa yang baru saja kita baca di Bilangan 16, kita dapat melihat bahwa pemberontakan Korah merupakan satu pemberontakan yang berlangsung di depan umum. Pemberontakan ini berhasil menggalang dukungan banyak orang. Korah tidak menantang Musa sendirian. Alkitab berkata, “Korah, dan semua pengikutnya”. Korah merupakan pemimpin utama, berserta yang lain seperti Datan, Abiram, anak-anak Ruben dan juga 250 pemimpin umat yang adalah kalangan orang yang berpengaruh dan ternama. Para pemimpin ini beserta seluruh umat mengikuti Korah. Di Bilangan 16:16, “Musa berkata kepada Korah, “Kamu dan semua pengikutmu harus datang ke hadapan YAHWEH besok. Baik kalian maupun Harun.” Jadi, Korah secara terbuka dan terang-terangan memimpin umat untuk menyerang dan memberontak melawan Musa.


Beda kasus Miriam dengan Korah

Dari catatan di Bilangan 12, kita menemukan bahwa di peristiwa Miriam memfitnah Musa, Miriam tidak secara terbuka melawan Musa. Bilangan 12:2 berkata,

“Apakah YAHWEH hanya berbicara melalui Musa saja? Bukankah Dia juga telah berbicara melalui kita?” Dan, YAHWEH mendengar hal itu.

Di ayat 4,

Tiba-tiba, YAHWEH datang dan berkata kepada Musa, Harun, dan Miryam, “Kalian bertiga, datanglah ke Kemah Pertemuan sekarang!” Maka, ketiganya pun pergi ke Kemah Pertemuan.

Kita dapat melihat bahwa saat Miriam mengucapkan kata-kata fitnah itu, dia menyatakannya secara tertutup saat mereka bertiga lagi berada di satu ruangan bersama-sama, bukan di hadapan umum. Jadi, Alkitab berkata, “Yahweh mendengarnya”. Dan Allah meminta mereka untuk ke tenda pertemuan.

Namun, Korah secara terbuka memimpin umat untuk memberontak melawan Musa, dan seluruh umat meresponsi panggilan itu. Bukan hanya 250 pemimpin mendukung Korah, seluruh umat mendukung Korah. Dia menyerukan pemberontakan, seluruh umat meresponi dan mengikuti dia untuk menyerang Musa dan Harun. Musa dan Harun menjadi pihak minoritas. Jelas, Korah menjadi pemimpin tertinggi di mata umat pada saat itu. Jika Allah tidak campur tangan, Korah sudah berhasil di dalam pemberontakannya dan mengusir Musa dan Harun dari jabatan pemimpin mereka. Jika demikian, sejarah Israel akan sangat berbeda. Jadi ini pemberontakan seluruh umat Allah. Pemberontakan Korah dan kasus Miriam sepenuhnya berbeda. Tingkat kerusakan yang didatangkan juga berbeda. Dalam kasus Miriam, bukan saja Miriam tidak memberontak terhadap Musa secara terbuka, tetapi saat umat mengetahui peristiwa itu, tidak ada yang mendukung Miriam. Namun, banyak yang mengagumi Korah dan mendukung pemberontakannya. Tidak mengherankan, Allah menangani peristiwa Korah dengan serius karena peristiwa ini berkaitan dengan hidup dan mati bangsa Israel.

Anehnya, setelah Allah melenyapkan Korah, Datan, Abiram dan 250 pemimpin jemaat itu tetap mendukung Korah. Mereka menuduh Musa sebagai pembunuh Korah. Pada hari kedua setelah Allah menangani Korah dan pengikutnya, seluruh umat Israel masih belum takut dan tidak melihat pemberontakan Korah sebagai sesuatu yang salah. Malah mereka semua menggerutu melawan Musa dan Harun, dengan berkata, “Engkaulah yang mengakibatkan kematian umat Yahweh.” Terus mereka berkumpul melawan Musa dan Harun. Pada akhirnya, Yahweh muncul dan mengirim tulah membunuh 14.700 orang. Peristiwa ini tercatat di Bilangan 16:41-50:

41  Besoknya, seluruh umat Israel mengeluh terhadap Musa dan Harun. Mereka berkata, “Kamu telah membunuh umat YAHWEH.”
42  Musa dan Harun berdiri di pintu Kemah Pertemuan. Umat berkumpul di tempat itu untuk menentang Musa dan Harun. Namun, ketika mereka memandang ke Kemah Pertemuan, awan menutupinya dan Kemuliaan YAHWEH tampak di sana.
43  Kemudian, Musa dan Harun pergi ke depan Kemah Pertemuan.
44  YAHWEH berkata kepada Musa,
45  “Menjauhlah dari antara umat ini supaya Aku membinasakan mereka.” Lalu, Musa dan Harun tersungkur.
46  Musa berkata kepada Harun, “Ambillah perbaraan, berikan api di dalamnya dari mezbah dan taburi dengan kemenyan. Segeralah pergi kepada umat untuk mengadakan pendamaian karena YAHWEH telah marah dan tulah segera datang terhadap mereka.”
47  Jadi, Harun mengambil perbaraan seperti yang telah dikatakan Musa dan berlari di antara umat itu. Dan, tulah sudah mulai datang di tengah-tengah mereka. Kemudian, Harun menaburi perbaraan itu dengan kemenyan dan mengadakan pendamaian bagi umat itu.
48  Ketika ia berdiri di antara orang yang hidup dan yang mati tulah itu berhenti.
49  Ada 14.700 orang yang mati karena tulah. Itu belum termasuk orang yang mati karena Korah.
50  Setelah berhenti, Harun kembali menemui Musa di pintu Kemah Pertemuan.

Namun, apakah semuanya berakhir setelah pemberontakan Korah? Tidak, di Bilangan 17, Allah mengambil beberapa langkah sebelum pemberontakan pada akhirnya dapat ditenangkan. Apa tindakan yang diambil Allah? Allah memberitahu Musa,

1  YAHWEH berkata kepada Musa,
2  “Berbicaralah kepada bangsa Israel: Ambillah tongkat kayu dari mereka, satu tongkat dari setiap pemimpin suku sehingga seluruhnya ada dua belas tongkat. Tuliskan nama pemimpin pada setiap tongkatnya.
3  Pada tongkat Lewi, tuliskan nama Harun. Setiap suku harus ada satu tongkat.
4  Taruhlah seluruh tongkat itu di dalam Kemah Pertemuan, di depan Kemah Kesaksian. Di situlah tempat Aku bertemu dengan kamu.
5  Aku akan memilih satu orang menjadi imam sejati. Orang yang kupilih tongkatnya akan bertunas. Dengan cara ini Aku akan menghentikan umat agar tidak lagi mengeluh terhadap kamu dan Aku.”
6  Musa berbicara kepada bangsa Israel. Setiap pemimpin memberikan sebuah tongkat. Satu tongkat dari masing-masing pemimpin suku, jumlahnya ada dua belas tongkat. Salah satunya adalah milik Harun.
7  Musa meletakkan tongkat-tongkat itu ke hadapan YAHWEH dalam Kemah Kesaksian.
8  Keesokan harinya, Musa memasuki Kemah Kesaksian. Ia melihat tongkat Harun, dari keluarga Lewi, yang bertunas. Tongkat itu bercabang dan menghasilkan buah badam.
9  Musa membawa semua tongkat itu keluar dari hadapan YAHWEH untuk ditunjukkan kepada seluruh umat Israel. Mereka melihat dan mengambil tongkatnya masing-masing.
10  YAHWEH berkata kepada Musa, “Kembalikan tongkat Harun ke depan Kemah Kesaksian. Ini akan menjadi peringatan bagi orang-orang yang selalu menentang Aku dan akan menghentikan keluhan mereka terhadap-Ku. Dengan demikian Aku tidak akan membinasakan mereka.”
11  Kemudian, Musa melakukan seperti yang diperintahkan YAHWEH kepadanya.

Allah memakai metode ini untuk memberitahu umat Israel: imam besar yang Allah pilih adalah Harun. Pada akhirnya, umat Israel tiba pada kesadaran: Ini adalah kehendak Allah, kita telah memberontak melawan Allah, sekarang Allah murka. Lalu, Israel berkata kepada Musa,

12  Akan tetapi, umat Israel berkata kepada Musa, “Kami tahu, bahwa kami akan mati! Kami akan binasa! Kami semua akan binasa!
13  Setiap orang yang mendekat ke Kemah Suci YAHWEH, akan mati. Apakah kami semua akan binasa?”

Pada saat inilah mereka mulai ketakutan. Hanya pada titik ini pemberontakan Korah dapat diredakan sepenuhnya oleh Allah.

Jadi, gerakan pemberontakan Korah sangatlah besar dan efeknya sangat meluas. Kita tidak dapat membandingkan dengan tindakan fitnah yang dilakukan oleh Miriam. Tindakan pemberontakan terang-terangan dari Korah dan pengikutnya jauh lebih serius, bahaya dan jahat. Jika Allah tidak campur tangan, seluruh Israel sudah binasa.


Korah, menempatkan Diri sebagai Pejuang Keadilan

Bagaimana Korah memberontak? Tentunya, dia tidak akan berkata bahwa dia memberontak. Tidak ada yang mau menggunakan istilah “pemberontak” yang hina ini. Mereka yang memberontak akan mengibarkan panji keadilan, jika tidak, tidak ada yang akan mengikutinya. Bilangan mencatat kata-kata Korah ini. Korah berkata kepada Musa dan Harun,

Mereka berkumpul untuk menentang Musa dan Harun dan berkata, “Cukuplah semua ini! Seluruh umat adalah orang-orang kudus dan YAHWEH ada di antara mereka. Jadi, mengapa kamu meninggikan diri lebih daripada jemaat YAHWEH ini?”

Perhatikan makna di balik kata-kata Korah. “Seluruh umat, dan setiap orang di antara mereka adalah orang-orang kudus. Yahweh ada di tengah mereka”. Kedengaran begitu bagus and enak didengar! “Hidup anda sangat bagus, sangat kudus, anda tidak perlu khawatir, Allah menyertai anda, Allah sangat berkenan dengan anda dan juga memberkati anda.” Namun, bagaimana dengan Musa? Apakah kata-kata manis keluar dari mulutnya untuk menyanjung umat? Musa tidak demikian. Musa menegur umat dengan berkata, “Engkau memberontak melawan Allah, engkau keras kepala!” Musa meminta mereka bertobat dan melarang mereka untuk melakukan ini dan itu, menghukum mereka untuk kesalahan yang menurut mereka kecil; lagi pula di sepanjang perjalanan, banyak orang Israel yang tidak bertahan hidup! Musa disalahkan untuk semua hal yang tidak baik yang mereka alami.

Korah juga berkata,

“Engkau keterlaluan; Mengapa kamu meninggikan diri di atas jemaat YAHWEH ini?”

Korah menuduh Musa dan Harun sudah berbuat dosa: meninggikan diri mereka dan menjadi seorang diktator. Serangan yang begitu jahat. Musa tidak dapat membela dirinya. Apakah Musa memiliki otoritas? Tentu saja. Namun, otoritasnya diberikan oleh Allah. Allah memilih Musa untuk menjadi wakil Allah dalam menyampaikan kehendak Allah dan memimpin bangsa Israel. Jika perlu, Musa akan mewakili Allah untuk menjatuhkan disIplin. Namun, Korah menuduh Musa melakukan sesuai kehendaknya dan melawan umat Allah. Korah memposisikan diri sebagai pejuang adil yang memerdekakan umat dari penindasan Musa dan menyelamatkan umat yang sedang tertindas.


Serangan Jahat Korah

Anehnya, bahkan sekarang, saya masih mendengar orang menentang hamba Allah yang sejati. Mereka dituduh meninggikan diri sendiri, menuntut ketaatan dari jemaat dan sepenuhnya memanipulasi mereka. Serangan semacam ini sangatlah jahat karena yang dituduh tidak dapat membela diri. Hal yang dituduhkan adalah motivasi hati yang tidak dapat dia buktikan. Bukan hanya ini, serangan seperti ini akan membangkitkan amarah manusia yang masih dalam kedagingan. Tidak ada orang yang menyukai seorang diktator. Begitu mereka mendengar tentang seseorang yang mendikte, mengendalikan orang lain, mereka akan bangkit untuk melengserkan dia. Jadi, serangan Korah terhadap Musa dan Harun sangatlah jahat.

Terdapat sesuatu yang ironis. Apa yang Alkitab katakan tentang Korah? Musa menjawab Korah, “Hai orang Lewi, dengarkanlah! Tidakkah cukup bagi kamu.” Korah menuduh Musa dengan berkata, “Engkau sudah keterlaluan.” Namun, Alkitab dengan jelas menunjukkan bahwa Korahlah yang keterlaluan. Alkitab berkata, “Tidakkah cukup bagi kamu”. Seorang yang gila kuasa, merebut kekuasaan, menuduh pihak lain sebagai gila kuasa dan merebut kekuasaan. Tidaklah masuk di akal! Namun, inilah yang terjadi, ini persis apa yang dilakukan oleh Korah. Di dalam hidup nyata dan di gereja, hal-hal begini memang terjadi. Anda harus memerhatikan pihak yang menyerang orang lain, apa yang mereka tuduhkan itu adalah persis apa yang mereka sendiri lakukan. Manusia bisa menjadi begitu keras hati dan buta ke tahap seperti ini.


Korah dengan Sengaja Melakukan Kejahatan

Korah bukanlah orang asing. Dia adalah orang Israel dan umat Allah. Bukan hanya itu, dia juga adalah keturunan Lewi. Lewi dan keturunannya adalah suku yang dipilih oleh Allah khusus untuk melayani-Nya. Di pasal 16, Musa berkata kepada Korah,

Musa juga berkata kepada Korah, “Hai orang Lewi, dengarkanlah! Allah Israel telah memisahkanmu dari seluruh umat untuk membawamu dekat kepada-Nya, untuk mengerjakan pelayanan Tenda Suci Yahweh, dan untuk berdiri di hadapan umat melayani mereka. Tidakkah itu cukup bagimu? Dia telah membawamu dan saudara-saudaramu, orang Lewi dekat kepada-Nya. Sekarang kamu menuntut jabatan imam juga? sebab itu, kamu dan para pengikutmu telah berkumpul menentang Yahweh! Siapakah Harun sehingga kamu menggerutu terhadap dia?” (Bil. 16:8-11)                                       

Musa menunjukkan bahwa Allah telah memberikan berkat yang begitu besar kepada Korah dengan mengizinkan dia berpartisipasi dalam melayani Allah. Namun, Korah tidak puas, dia menginginkan keimaman, yakni posisi Harun, posisi imam besar. Korah juga merupakan orang yang melayani Allah, tetapi dia tidak puas dengan posisinya dan ingin mengambil alih otoritas yang tertinggi. Dia tidak melakukannya secara langsung. Dia menuduh Musa dan Harun bertindak seperti diktator, menghasut umat untuk bangkit memberontak dan melengserkan kepemimpinan Musa dan Harun demi mencapai ambisinya. Jelas, semua ini disengajakan demi mencapai ambisinya. Bukan sesuatu yang terjadi mendadak. Tujuan di balik tindakannya sangatlah jahat, kotor dan menipu. Tidak mengherankan Allah tidak memberinya kesempatan untuk bertobat dan langsung melenyapkan dia. Inilah prinsip Alkitab, tidak ada pengampunan bagi dosa yang disengajakan. Jadi, Allah tidak mengampuni dia dan menghukumnya dengan berat. Musa juga menunjukkan bahwa apa yang dilakukan Korah bukanlah semata menyerang dan menjatuhkan Musa dan Harun, tetapi Korah sedang menyerang Allah. Seorang yang dengan sengaja berbuat dosa, dan dengan sengaja membuat serangan tidak berdasar, tentunya tidak ada ampunan untuknya dari Allah.

 

Berikan Komentar Anda: